putri yang (tidak) tertukar

Punya anak 2 ga menjamin seseorang expert dalam mengurus anak. Setiap anak terlahir berbeda dan tentu penanganannya pun tdk bisa disamakan. Adalah Indira dan Danesh 2 putriku yang tidak bisa dikatakan mirip. Indira (2th6bln) berambut pirang,ikal gantung dan berkulit putih, sedangkan danesh (11bln) berambut hitam tebal,lurus dan berkulit kuning langsat. Ga hanya dari segi fisik mereka beda, karakternya pun tidak bisa dikatakan sama. Indira cenderung lbh berani,gampang bersosialisasi,dan pny memori yg cukup kuat untuk mengingat sesuatu. Sedangkan danesh lbh ragu-ragu,ketika berada di satu tempat baru,dia akan trus dipelukan bundanya sampai dia merasa nyaman sama tempat tsb. Tapi danesh mempunyai daya tangkap yang cukup tinggi dan mampu meniru kata yang kita ucapkan. Mereka berasal dari benih yang sama, berkembang di rahim yang sama dan bahkan dibesarkan dengan cara yg sama pula, tp menghasilkan karakter yg berbeda. Kenapa? Simple aja,krn kondisi atau keadaan mereka tumbuh berkembang yang berbeda. Indira tumbuh sbg anak pertama dimana dia lah penguasa rmh ini. Dia bebas mengeksplorasi setiap sudut rmh ini sehingga membuat dia memiliki karakter berani&gampang bergaul. Terbiasa dg perhatian penuh dr ayah-bundanya jg membuat indira menjadi lebih sulit berbagi dg adiknya. Sedangkan danesh lahir sbg anak ke-2,dimana ketika dia hendak mengekplorasi sesuatu, ada si kaka sbg 'penunggu' awal yang menghambatnya. Dr situ lah awal mulanya karakter danesh yg jadi pemalu&slalu minta dipeluk bunda ketika berada di tmpt baru,krn tempat yg plg nyaman buat danesh yaa bersama bundanya. Tapi positifnya,krn dia dibesarkan bersama batita 2th yg lagi cerewet-cerewetnya membuat danesh jd lebih mudap menyerap kata-kata.
Bukanlah hal yang mudah membesarkan 2 anak dalam waktu bersamaan. Selalu mencoba adil, tapi tentu tak semudah membelah apel menjadi 2 bagian. Tidak hanya stamina yang harus dipersiapkan, tapi ilmu &wawasan yang luas juga gak kalah penting. Anak-anak yang cerdas tentu berasal dari ibu yang cerdas pula. 'drama' pasti ada. Saat lagi ngurus si kaka, ade nangis. Giliran ngurus ade, eeh kaka cemburu. klimaksnya adalah ketika mereka sedang tidur. Selalu bingung harus meluk yang mana. Meluk kanan, kasian si ade dipunggungi, begitu pun sebaliknya. Tapi ada 1 hal yang tidak bisa dibayar dengan nominal berapa pun yaitu ketika melihat anak-anak sedang bermain bersama. Ok, sepertinya aku harus mengakhiri posting ini karena sudah terdengar terlalu sentimentil. bye..bye..

p.s. berikut penampakan dari putri yang (tidak) tertukar.. Silahkan cari 5 persamaannya !!!

Share:

No comments:

Post a Comment