Balasan untuk ayah

To : elbantani82@gmail.com
From: fernanindhita@gmail.com
Subjek: re: email dr ayah


Dear ayah..
Terima kasih untuk annual holiday yang ayah berikan. Setahun sekali pasca lebaran aku diberi kesempatan 'cuti' menjadi seorang istri. Istirahat d rumah orang tua, kembali menjadi gadis manja yg selalu ada di bawah ketiak ibunya. Bukan berarti menjadi seorang istri adalah hal yang paling melelahkan. Itu adalah jabatan terbaik sepanjang hidupku. Melayani dan mencintai ayah adalah sumber kebahagian tersendiri bagiku. Hanya saja aku butuh mengisi energiku dg sumber kebahagianku yang lain. Agar nanti ketika aku kembali sudah full energi dan siap melayani lahir batin (Insya Allah). Tidak butuh waktu lama kok. Dari 366 hari dalam setahun, aku cuma butuh tidak lebih dari 30hari untuk 'istirahat'. Bahkan kurang dari 10% nya.

Aku tahu kadang kamu bosan. Setelah seharian kepenatanmu di kantor, pulang ke rumah dan melihat anak-anak tertidur lelap sudah tentu menjadi pelepas lelahmu. Aku bisa bayangkan betapa hampanya dirimu ketika bagian itu hilang. Aku juga bisa merasakan betapa dinginnya kasur yang kamu tiduri itu. Dan bahkan aku pun bisa menyadari ruang 27m tiba-tiba menjadi begitu luas untuk dirimu sendiri. Sabar ya sayang.. Semua memang butuh proses. Bahkan smartphone sekalipun butuh dimatikan sejenak ketika sedang mengisi batere agar nanti bisa digunakan lebih maksimal lagi.

Selama aku tidak disana, bagaimana sarapanmu? Apakah secangkir kopi panas dan setungkup roti bakar tetap menemani pagimu? Pasti repot harus mengerjakannya sendirian, maaf yah sayang. Insyaallah Allah akan menghitung setiap pahala dan keikhlasanmu itu. Lalu bagaimanana dengan akhir pekanmu tanpa kami?Pasti membosankan ya? Bisa aku bayangkan pasti kamu melakukan hibernasi mingguan kan? Bangun shalat subuh, lalu tidur lagi,bangun lagi sekitar jam 9,ngopi sambil baca koran d loby sejenak,lalu naik ke atas tidur lagi. Ingat bagaimana aku yg selalu ngomel jika kamu begitu ketika weekend? Yang kemudian pada akhirnya aku memaksamu 'keluar' untuk sekedar jalan-jalan atau mencari makan siang. Triknya adalah dengan sengaja tidak memasak,biar ada alasan untuk keluar. Hehehehehe..

Aku bangga padamu sayang. Bangga karena tidak banyak laki-laki yang mau memberikan cuti kepada istrinya. Like u did now darl. Terima kasih sudah menjadi roles model terbaik bagi anak-anak untuk kelak ketika mereka mencari suami. Aku janji akan menyeleksi ketat calon suami mereka agar mendapatkan suami terbaik seperti yang aku dapatkan saat ini. We miss u too ayah. In fact we already miss u at 1st day u gone. (Banda Aceh, 11 sept 2012 : 04.11, terbangun karena rindu yang memuncah)

P.s. oia kabar baiknya adalah batereku sudah hampir terisi full. We gonna come home soon ayah:-*
Share:

No comments:

Post a Comment