Email dr ayah

To. : fernanindhita@gmail.com
From. :elbantani82@gmail.com
Subjek : Start-up Blogger

Diiringi lalu lalang kendaraan yang tidak terlalu bising, aku nikmati mie aceh di warung tempat biasa dengan isteri dan anak-anaku sendirian. Ya, sendirian, status bujang temporer layak disandang saat ini, setiap tahun pasca Idul Fitri selalu begitu adanya. Keputusan ke tempat itu pun sangat cepat, diatas motor dengan kecepatan rendah dan tak tentu arah. Keputusan yang tak lebih hanya untuk meredam kerinduan mengisi waktu bersama mereka setiap weekend.

Dua minggu berlalu tanpa mereka, tak ada "kerusuhan" bibit-bibit rivalitas Indira dan Danesh, tak ada bundanya yang mengeluh akan Me-time, gelak tawa dan kelincahan mereka di kasur sebelum tidur yang selalu berakhir dengan "Ayah cucus (baca:susu)". Atmosfir yang sementara tak terasa, warna hidup yang sementara kehabisan tinta, dan semoga tidak mati rasa saat mereka tiba.

Me-time kadang nikmat dan produktif ketika mereka ada, bukankah setiap proses kreatif dan monumental muncul saat underpressure atau injury time. Manchester meraih juara Liga Champions tahun 1999 hanya beberapa menit setelah tertingal 1-0 dari Bayer Munchen, memori indah Liverpool di Istanbul 2005 setelah ketinggalan 3-0 di paruh pertama lalu menyamakan kedudukan dan menang lewat adu penalti, dan tentunya Manchester City yang melepas dahaga puasa gelar liga Inggris dengan gol Aguero di injury time atas Queens Park Ranger. Soekarno yang justru banyak "berpidato" saat di penjara dan bahkan Pancasila pun lahir saat dia diasingkan di Ende, NTT. So don't wasting time, hanya mereka yang punya naluri dan determinasi yang hebat saja yang bisa menciptakan nilai berarti, tidak setiap orang. So let's start writing now…

Baca buku, koran, nonton tv, maen PS, window shoping yang pada akhirnya sampe bosen dan selalu diakhiri dengan tidur. Try something new, oke kita mulai dengan berenang malam hari, waduuuh dingin banget, pegel, tapi tidur pulas pada akhirnya. Sepedaan? bisa konsisten dan reguler mengayuh? yakin jadi Cylclist? Ini Jakarta, bukan Eropa yang ramah dan tingkat kesadaran lingkungan yang tinggi, nanti ajalah sepedaannya. Mau enroll TOEFL/IELTS Preparation quota belum cukup, jadi belum bisa mulai. Ya udah baca bukunya aja, baca artikel, nonton film, pokoknya all about english aku lakuin, sama juga kan belajar.

Pada akhirnya aku sadar, waktu luang buka untuk dibunuh atau dihabiskan, tapi diisi dengan sesuatu yang positif dan syukur-syukur bisa memberi arti dan kontribusi nyata. Weekday, kerja seperti biasa dengan kerelaan lembur tanpa diminta, lahir juga konsep acara formal kantoran dengan sedikit muatan seni tapi dengan gizi yang sepadan dengan harapan dapat meleburkan kejenuhan audience nantinya. Seperti biasa lahir juga nota dinas yang stricht by the rule seperti gaya bermain Jerman Barat di era 70 sampai 2000an. Your Career is Not Your Job (Rene' Suhandono), ada benernya juga, tapi yang penting gimana bisa ngeblend potensi/talent yang kita punya dikeluarkan dengan effort yang all out, pasti hasilnya maksimal dan inside out. Yakinlah bahwa "Atasan yang Maha Atas" memperhatikan dan berencana memberikan "kepantasan" jika saatnya pantas tiba. "Cara tepat mensyukuri nikmatNya adalah dengan bekerja" (Dahlan Iskan). Nikmati kesendirian sementara ini dengan coba berkarya, mulai besok tugas sudah menanti : konsep monev, workshop, bahan benchmarking visit ke Jogja dan konsep acara gathering penghuni. I Miss U all (Ferna Anindhita, Indira Nafeeza & Danesh Janeeta)

9 September 2012@Warung Mie Aceh Lenteng Agung Jaksel
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

No comments:

Post a Comment