Untuk ayah

#PeopleAroundUs #Day5


Dia adalah cinta pertama dalam hidupku. Bersamanya ku merasa hangat. Bersamanya ku merasa aman. Meski kadang dia tidak selalu ada di dekatku. Kadang kami harus berpisah beribu-ribu mil jauhnya. Tapi ku tak khawatir, karena ku tau dia pasti kembali.

Dia adalah cahaya dalam hidupku. Seperti lilin yang terus memberika cahaya kepada sekitar meski harus melelehkan diri sendiri. Bersamanya aku bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa kulakukan ketika dengan ibu. Main kotor-kotoran, memanjat pohon dan juga memakan makanan manis. Ibu akan marah setelah itu. Bukan hanya kepadaku, tapi juga kepadanya. Tapi kearifannya akan menyelesaikan semuanya.

Cintanya tidak seperti cinta ibu. Dia tidak menyusuiku. Dia tidak bisa mendandaniku secantik yang ibu lakukan. Saatku sakit aku tak pernah mencarinya, tak jarang ku marah kepadanya. Ok, jujur..sebenarnya ku bukan marah padanya, ku hanya mencari pelampiasan untuk rasa sakitku. Dan dia tahu itu. Makanya dia tak pernah marah jika ku sedang marah padanya. 

Kini ku sedang kangen padanya. Sangat kangen. Ku kangen dipeluk olehnya. Ku kangen aroma tubuhnya. Ku kangen dicium kegelian karena jenggot tipisnya. Dan bahkan ku kangen dipakaikan baju yang tidak pernah senada olehnya.  Dia lah pahlawanku. Dia lah panutanku saat ku mencari pendamping kelak. 

I love ayah..
Share:

No comments:

Post a Comment