Re- written : family trip 2013 : Bali Bali Bali

Liburan ini sebenarnya udah 3tahun yang lalu, tapi pengen flashback aja, sekalian buat arsip biar nanti kalo udah pada gede2 bisa baca pengalaman liburannya sendiri. Waktu itu formasi kita masih ber 4. Status danesh jg msh infant. Reaksi pertama danesh pas nyampe bali, "waaaah sabang" yang langsung disambut tawa sama kita dan berakhir dg anaknya pundung. Hahahha. Kebetulan emang beberapa bulan sebelumnya kita abis liburan ke sabang sih (silahkan baca pengalaman kita jg disini). Selama disana kita menginap di home @ 36 condotel, posisinya pas di dalam discovery mall, kuta. Dari bandara ke hotel cuma 10 menit. Hotelnya bagus, loby nya serba putih jadi terlihat bersih (saat itu yaa, ga tau deh  klo skrg ada perubahan) dan mereka juga punya private beach sendiri. Karena dibawahnya langsung mall, jadi kalau mau nyari makan atau belanja gampang banget. Pokoknya konsepnya one stop staying bgt lah. Dan sangat cocok untuk keluarga.
Kita nyampe di bali waktu itu udah sore, check in trus langsung main di pantainya sambil menunggu sunset. Malamnya kita keluar buat nyari makan. Di mall sih sebenarnya banyak tapi sengaja mau jalan kaki ke luar aja biar bisa sambil menikmati malam di kuta. Pilihan makan malam pertama kita jatuh ke "nasi pedas ibu andika". Jelas dong yaa ini seleranya siapa. Mamake lah si pecinta pedes siapa lagi. Hahaha. Ini juga hasil nyontek iti orang2 di blog sih. pada saat itu ini termasuk kuliner hits di bali. Kalau dari google maps jalan kaki dari hotel hanya 15 menit. Tapi faktanya kita nyampe ke rumah makannya hampir 30 menit. Hahaha. Itu pun udah plus nyasar dan gantian minta gendong (kita cuma bawa 1 stroller, jd klo satu naik stroller, satu lagi jalan. Yang kebagian jalan, pasti berakhir dengan minta gendong). Sebenarnya makanannya sih bkn khas bali lebih ke nasi rames jawa kali ya. suapan pertama, haap, whaaaa langsung keluar asap dari kuping & semburan api dari mulut (lebay. Hahhaha). Pertama dlm sejarah ni bunda k.o sama makanan pedes. Asliii pedesnya sampai ke ulu hati. Anak2 jelas ga mau makan, pdhl cuma dipesan nasi putih plus ayam goreng doang. Si ayah yang emang dasarnya ngga gitu suka pedes, sepanjang makan bercucuran keringat sambil bilang "wedaaan.. Wong edaaan. Pedesnya kyk setan". Hahhahaha. Kayak pernah makan setan dicabein aja yah tau2an pedes kyk setan:-p. Makannya disini ala prasmanan, lalu ada price tag nya yang dinanti diakhir makan kita bawa ke kasir untuk dibayar. Harganya cukup murah kok. Lupa totalnya berapa tapi kayaknya kurang dari 100 ribu deh.

Hari kedua di bali, kita ke ubud monkey forest. Sebenarnya sih pengen ke bali zoo tapi sayang budget  terbatas, jadi lah kita kemari aja. Seingat aku htm ke ubud monkey forest ini hanya 20rbu per orang, tapi tadi crosscheck d internet lagi htm 2016 yaitu dewasa 40rbu, anak2 30rbu. Awal masuk indira cukup excited karena mau lihat monyet katanya, nggak nyampe 10 menit di dalam, responnya langsung berubah sambil bilang " bun, kaka ngga suka monyet beneran. Suka nya monyet digambar atau di tv doang". Hahahahhaha. Oia, sebelum masuk di pintu depan ada penjual pisang buat dikasi monyet. Harga satu sisir pisang 10rbu yang kecil dan 20rbu rada gedean. Kita beli deh yang kecil, eeeh si monyet ga mauu dong tiap kita lempar pisang, cuma diliat trus melengos aja gituuh. Giliran di sebelah ada bule lempar pisang, mereka malah rebutan. Monyetnya rasis. Hahaha. Pulang dari sini kita lanjut ke atas buat makan siang. Kita makan di daerah kintamani tepatnya di restoran batur sari. Di sana sambil makan kita bisa melihat pemandangan gunung dan danau batur. Udaranya sejuk banget. Khas penggunungan lah. Untuk makan disana kita hanya perlu membayar 80ribu per orang (ingat ini harga 2013, silahkan cek untuk update harga terbaru) sudah boleh makan sepuasnya. Menunya segala macam ada, dari sate lilit, sop, mi goreng, sampai cemilan seperti pisgor dll pun ada. Minuman hangat seperti teh dan kopi pun tinggal ambil, kecuali untuk jus itu dikenakan harga di luar buffet. Kalau mau shalat, disini juga tersedia mushalla kok. Tempat wudhu nya juga cukup bersih. Di sepanjang kintamani restoran serupa cukup banyak, jadi untuk yang muslim pastikan restorannya halal ya. Pokoknya kalau mau santai dan menikmati suasana, disini juaranya deh. Udara bersih, makanan banyak, nikmaaat lah.
di ubud monkey forest

makan siang dg view gunung batur

dari sini kita kembali turun ke bawah menuju argo wisata kopi di ubud. Paradise for ayah. Disana ada guide yang akan mengajak kita jalan-jalan di kebun kopi. Dari macam-macam jenis pohon kopinya sampai proses pembuatannya hingga siap dijual. Juga ada kopi luwak lho lengkap dengan binatang luwaknya. Di akhir tour kita dikasi semua tester kopi yang ada di sana. Kalau berminat beli sebelum pintu keluar, ada toko oleh-oleh yang menjual kopi dll. Btw, ini gratis lho alias nggak dipungut biaya masuk serupiah pun. kebun yang kita pilih namanya satria argo wisata. Selain ini, ada juga beberapa argowisata serupa. Setelah itu kita pulang ke hotel buat istirahat. Malamnya karena udah pada capek keluar, seperti biasa ayah doang yang nyari take away, kita nunggu di hotel. Untung di bawah mall, jadi banyak resto fast food.
tester berbagai macam kopi di satria agrowisata

ini vanila yang lagi dijemur. Hmmmm haruuum


hari ke 3 kita di bali itinya msh seputaran favorite ayah, yaitu kita kembali ke ubud lagi dan emang ini lah 'gong  nya, ubud writer festival.  Ayah ngincer pengen ketemu idola nya Ahmad fuadi, penulis novel negeri 5 menara. Bunda nya sih sebenarnya tertarik juga pengen ikutan tapi berhubung krucils ngga mau diam, yasud lah kita jalan-jalan santai aja di sekitaran ubud sambil nunggu acaranya selesai. Siangnya kita makan di sekitaran situ, lupa nama restonya apa, pokoknya menu nya western, yaaa standar daerah sini lah, banyak bule. Lalu menjelang malam baru kita menuju ke daerah jimbaran buat makan malam. Belum lengkap rasanya ke bali kalau nggak makan disini. banyak restoran seafood di sekitaran sini dan pilihan kita jatuh ke legong bumbu bali.  Makanannya enak, suasananya juga ok, pokoknya penutup hari yang perfecto lah.

setelah selesai ikut talkshow nya ahmad fuadi di ubud writer festival

family dinner at jimbaran. Its so bali & yummi..

Besoknya, hari terakhir di bali, kita ke toko oleh oleh khrisna. Ini toko oleh-oleh terlengkap di bali. Sebenarnya di sepanjang jalan kuta juga banyak sih yang jualan, tapi kalau mau aman harga yang pasti, yaaah mending ke sini. Setelah memilih oleh2 khas bali, kita kembali ke hotel untuk siap-siap check out. Karena penerbangannya kita masih malam, kita titip barang di loby, trus seharian main di pantai kuta sambil nunggu sunset terakhir. What a nice trip:-)
main pasir di pantai kuta
Menunggu sunset sebelum pulang jkt


Share:

No comments:

Post a Comment