Berdamai dengan diri sendiri

Banyak yang bertanya gimana caranya saya bisa ngurus 3 anak sekaligus tanpa ART, merantau di kampung orang, masih sempet masak juga, jadi supir keluarga juga dan masih tetap cantik juga (boong deng, yang terakhir ngga ada yang nanya gitu, nambah-nambahin aja :-p). Jawabannya sederhana sebenarnya, saya berdamai dengan diri sendiri. Gimana caranya berdamai dengan diri sendiri? Nih saya kasi tips, disimak ya..
  1.  Menurunkan standar

    Ini adalah salah satu bentuk berdamai dengan diri sendiri terbesar. Yang tadinya saya punya standar tinggi dengan estetika di rumah, pelan-pelan standarnya berkurang dari yang rapi bangeet menjadi yang penting ngga kotor-kotor amat lah. Yang tadinya masak harus komplit, sekarang yang penting bisa dimakan. Yang tadinya cucian harus bersih rapi & wangi, sekarang yang penting ngga lecek-lecek amat. 
  2. Meningkatkan kemampuan

    Pernah liat badut nge-juggling dengan 2,3 atau bahkan 4 bola? Pernah mencoba meniru lakukan yang sama? Bisa? Mungkin belum. Karena kemampuan kita belum setinggi om badut. Begitu pun kalau ada yang berkomentar tentang kehidupan saya, kok bisa sih? Mungkin belum nyampe aja kemampuannya makanya masih bingung. Yang tadinya saya butuh waktu setidaknya 1 jam di cermin (padahal mukanya tetap gitu-gitu aja), sekarang saya bisa dandan di mobil. Bahkan saat nyetir. Lampu merah pertama, pakai bedak. Lampu merah kedua, pakai eye liner, begitu seterusnya sampai tempat tujuan udah dempul aja lah pokoknya. Hal serupa juga berlaku kalau sedang masak, mandi dan sebagainya. Multi tasking sebutannya.
  3. Menerima bantuan

    Jangan sombong menolak bantuan dari mana pun. Terima saja lah. Meski itu bantuan dari suami yang memakaikan baju anak dengan pasangan celana yang salah. Atau bantuan si kaka mencuci piring yang berakhir dapur menjadi  becek-becek gemes. Dan bahkan bantuan si ade yang ingin makan sendiri tapi masih belum tau makanan itu harus masuk ke mulut bukan ke kursi. Terima saja lah...
  4. Nutrisi yang cukup

    Ini penting banget. Karena kalau perut lapar siapa pun orangnya pasti akan jadi sangat tak bersahabat. Apalagi kalau kita sehari-hari berurusan dengan para bayi yang sangat membutuhkan energi yang banyak. Makan lah. Makan yang banyak. Lupakan timbangan. Ini juga salah satu bentuk berdamai dengan diri sendiri. 
  5. Menerima konsekuensi

    Seperti public figure yang harus menerima konsekuensi bahwa privacy nya konsumsi publik, begitu pun kita, para ibu. Begitu jadi ibu hilanglah sudah privacy kita. Dari buka mata sampai tutup mata, dari makan sampai pup, selalu ada yang ngintilin. Siapa lagi kalau bukan Fans sekaligus haters sejati kita, yaitu anak-anak. Jadi yaa terima saja lah. Anggap aja latihan sebelum bener-bener jadi public figure :-p
Nah sudah tau kan sekarang bagaimana saya bisa melakukan semuanya sendiri? Ada yang senasib?

  
Foto ini hanya ilustrasi belaka. Anak saya tdk sebanyak ini, setidaknya belum;-p

Share:

4 comments:

  1. Bisa syaa bayangkan repotnya mengurus rumah tangga anak lebih dari 1, tapi bersyukurlah merasa direpotkan dengan hal2 rumah tangga.. karena disaat mereka sudah besar dan merantau..maka bisa jadi kita merasa kesepian pula..

    ReplyDelete