Nasionalisme pada anak

Sumber foto : koleksi kirana pre school

Indira : bun, kenapa kita hrs rayain 17 agustus bun?
Bunda : Dulu kita kan pernah dijajah sama belanda, tanggal 17 agustus 71 thn yang lalu kita merdeka. Makanya skrg kita memperingati nya supaya ingat terus gimana orang2 dulu berjuang.
Indira : ooo jadi kita perang melawan belanda, trus kita yg menang gitu ya bun?
Bunda : naah iya bener gitu
Indira : trus kalo kita dulu kalah dari belanda gimana? Ga memperingati 17 agustus?
Bunda : ya gak dong. Artinya kita sampai sekarang masih jadi dijajah belanda
Indira : waaah seru doong. Kita jd luar negri. Luar negri kan bagus.
Bunda : .......

Itu sepenggal pillow talk bunda dengan indira ( 6th 8bln) yang barusan saja terjadi yang menyebabkan bunda nya jadi nggak bisa tidur, sementara anaknya udah menuju alam mimpi dengan tenangnya. Antara geli dan miris sih dengar komentar indira di atas. Miris karena nasionalisme dia masih tipis banget ternyata. Yaah namanya juga anak-anak ya, masih polos, jalan pikirannya masih sederhana, ga mikir politik, apalagi pecitraan. Dipikir-pikir wajar sih dia hampir tidak mengenal negeri nya sendiri. Pas bayi nontonnya barney, baby tv, gedean dikit nonton disney jr atau nick jr.  Serba salah sih emang, mau ngasi mereka tontonan lokal pilihannya cuma super dede atau lelaki karpet. Baru-baru ini sih di jarwo ada episode ttg habibie, tapi yaa nunggu episode model-model gitu munculnya sama aja kayak cinta nungguin puluhan  purnama untuk rangga (belum moveon. Com). Di sekolah sih pasti belajar tentang nasionalisme ini, tapi itu aja ternyata nggak cukup. Peran orangtua di rumah jauh lebih dibutuhkan. Jadi emang PR besar nih buat bunda nya untuk mengenalkan tentang indonesia ke indira & ade-ade nya juga. Jadi lah insomnia bunda malam ini disponsori oleh sepenggal celetukan indira yang berakhir dengan nanya ke mbah segala mbah alias mbah google tentang bagaimana menumbuhkan nasionalisme pada anak. Dan ternyata sebenarnya tips nya sederhana aja, hanya kadang suka terlewatkan sama kita (toyor diri sendiri). Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membuat anak cinta dengan negeri sendiri :
  1. Mengajarkan mereka tentang keanekaragaman budaya indonesia. Dimulai dari asal ayah dan bunda nya dulu. Bahasa nya, makanannya (kalau makanan sih udah khatam banget ya :-p), permainannya, dll. Ajarkan juga mereka tentang menghargai perbedaan. Bhineka tunggal ika. Setiap daerah punya kekhas-an nya masing-masing. Beruntung ayah & bunda indira berasal dari 2 daerah yang berbeda, ayahnya dari pandeglang dan bunda nya dari aceh, dan setelah 7 tahun hidup di jakarta, sekarang kami ada di pekan baru, jadi belajar tentang perbedaan tentu lah sudah menjadi keharusan buat kami.
  2. Mulai lah membacakan mereka dongeng dan cerita rakyat indonesia. Ada banyak sekali kan itu sebenarnya, yang sejujur-jujurnya bunda pun mulai lupa tentang cerita-cerita itu. Soalnya kebanyakan buku-buku tentang cerita rakyat itu ilustrasi sampul depannya aja masih jadul banget, masih kayak gambar- gambar yang ada di belakang truk, jadi yaa suka ga dilirik deh. Semoga setelah ini ada penerbit yang mau menerbitkan ulang dan mengemas cerita-cerita tersebut jadi lebih penuh warna dan menarik untuk anak-anak ya.
  3. Membeli produk lokal. Kenalkan kepada mereka ada banyak sekali karya anak bangsa yang bagus dan nggak kalah keren dengan produk import. Bukan nggak mungkin ini bisa jadi inspirasi buat mereka berkarya. Seperti indira yang katanya kalau  besar nanti ingin jadi crafter karena waktu kecil saya sering membelikan dia boneka kain buatan anak bangsa (tsaaah..pura-puranya ga mau sebut merk, padahal mah langsung aja ya,namanya cemprut indie craft, monggo di cek d fb. Pasti pada ngiler liat karya-karya nya mba dita)
  4. Jangan selalu mengajak mereka ke mall, sekali-kali ajak lah ke museum atau tempat bersejarah lainnya. Sebisa mungkin sih sebelum berangkat, ayah bunda nya cari tau dulu tentang sejarah tempat tersebut, supaya nggak bingung  kalau ntar ditanya si anak. Waktu kita masih berdomisili di jakarta, kita beberapa kali ngajak anak-anak ke tmii liat rumah adat, museum layang-layang, dan setu babakan pusat kebudayaan betawi. Kalau disini insya Allah rencanya kita mau ngajak mereka ke istana siak. Lagi nyari waktu yang tepat kapan ke sananya, semoga segera terwujud deh.

Banyak lagi sih sebenarnya cara buat menumbuhkan nasionalisme ke anak. Saya pun masih belajar. Kalau ada yang punya tips lain, boleh lhoo ditambah biar kita terus sama-sama belajar. Supaya nanti ke depan akan ada generasi-generasi muda yang super kece, yang cinta tanah air dan ngga ada lagi yang namanya generasi lalala yeyeye atau paling baru itu generasi aw-aw yang ngerasa diputusin cowo adalah cobaan dari Tuhan.

Selamat hari kemerdekaan ayah bunda hebat. Merdeka....
Share:

No comments:

Post a Comment