Begini lah cara kami mengubah dunia

Masih ingat ngga postingan saya yang lalu tentang berdamai dengan diri sendiri ? Saat ini sedang terjadi lagi. Sudah beberapa hari kebelakang super hectic buat saya. Pegang  hp aja kayak pegang bara api, baru semenit udah terpaksa dilempar lagi. Kayaknya kerjaan ngga selesai-selesai. Padahal yang dikerjain juga itu-itu aja. Belum lagi anak-anak yang entah kenapa makin hari makin fans sama mamaknya. Tiap 5 menit sekali panggil banbinbun melulu. #tariknafaspanjang #lapkeringat

Akhirnya karena rasa kangen yang begitu memuncak dengan hp ini lah, saya putuskan siang ini mengajak para rombongan sirkus makan di restoran waralaba bergambar aki kolot. lumayan disana ada playground jadi saya bisa me-time sejenak. iyaaaa tau, makanannya ngga sehat, junkfood alias makanan sampah alias ngga ada gizi nya. Tapi daripada jiwa mamaknya yang ngga sehat, nah lho pilih yang mana coba? Yang baru pertama mampir disini, saya kenalin diri lagi deh, saya ibu beranak 3 (yang paling tua berumur 7 thn  dg jarak yang cukup dekat dengan kedua adiknya), tanpa ART dan sedang merantau di kota orang (yang artinya i have no body here). Hampir tidak ada satu detik pun kegiatan yang saya kerjakan tanpa 'ekor' di belakang. Mungkin 2 kaka pertamanya kalau pagi ke sekolah, tapi tetap aja ada si bayi katilu (serius lho namanya katilu, Shanaz katilu lengkapnya ) yang selalu nemenin saya. Lucunya lagi justru kalau ngga ada kaka-kakanya malah makin susah mau ngapa-ngapain, karena shanaz makin rewel dan ngga mau ditinggal karena ngga punya temen. Dan ngga usah ditanya deh kalau salah satu dari meraka ada yang sakit atau lagi bad mood (dan ini sering banget), langsung jurus tangan gurita nya keluar. Jadi kalau hari ini saya ada disini tolong simpan tatapan mata kalian yang seakan bilang "iih anaknya diabur di playground, emaknya sibuk sama hp". aaaah tau apa lah kau tentang hidupku.

Walaupun saat ini saya sedang menurunkan standar saya tapi satu yang pasti sebisa mungkin  jangan jatuh-jatuh banget ya, nanti bisa drop shaaay. Jadi sebelum mereka diijinkan main di playground, anak-anak harus duduk menghabiskan makanan mereka dulu. Wajib muakkad hukumnya. Kalau ngga habis, yaa berarti ngga main playground (walau dalam hati harap-harap cemas takut makanannya ngga dihabisin terancam me-time emaknya gagal. masak mau plin-plan, kan ngga lucu kan ya).Selain itu mereka juga wajib membereskan makanannya sisa makanan mereka sendiri. Loh ini kan lagi di restoran, kok beresin makanan sendiri? Tau ngga sih masyarakat kita itu masyarakat yang manja. Cuma kita yang apa-apa diladeni. Di spbu diladeni, abis  makan di resto fastood, ada yang beresin. Sudah saatnya kita mulai membiasakan budaya self service. Dan kalau mau itu terjadi, maka mulai lah dari yang terkecil, dari diri sendiri,  lalu ke anak, anak ke cucu, cucu ke cicit, sampai akhirnya paling tidak keluarga kita sudah biasa melayani diri sendiri. Akan lebih baik lagi jika kemudian apa yang kita lakukan ini jadi inspirasi keluarga tetangga, mereka pun memulai melakukan hal yang sama. Dan keluarga tetangga juga jadi inspirasi tetangga yang lain lagi. Sampai seterusnya pelan tapi pasti kita mulai jadi masyarakat mandiri dalam melayani diri sendiri di tempat umum. Begitu lah cara mengubah dunia. Dan untuk itu semua, jelas sangat dibutuhkan ibu-ibu yang sehat jasmani & rohani. Maka jika sesekali melihat ibu yang memberi makan anaknya junk food, percaya lah dia hanya sedang istirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan misi mengubah dunia nya itu. Tanpa harus tatapan mata menuduh, dia pun sebenarnya tak rela makanan 'sampah' itu masuk ke perut anak-anaknya, tapi lagi-lagi dia harus berdamai dengan diri sendiri, menurunkan standarnya, untuk kemudian kembali mengumpulkan tenaga berjibaku melawan dunia  yang fana ini #engingeng #pasangtopeng #sayapberkibar #supermomberaksilagi

makasih kolonel untuk ide nya memasukkan playground & resto di satu tempat


Share:

5 comments:

  1. Wah ini curhat bermanfaat Mbak. Yakin, setelah menulis ini beban sedikit berkurang. Tetap semangat menjadi super mom ya Mbak :)

    ReplyDelete
  2. Hihihi gpp lha sekali2 ngejunkfood. AKu jg seneng makan di rest yg ada playgroundnya mbak, apalagi yg jg ada wifinya :))

    ReplyDelete
  3. waktu pertama kali dating ama suamiku, pas msh pacaran, aku sempet heran krn dia tiap makan di fast food, slalu masukin sampah2nya di lubang sampah, dan ngembaliin tray nya di tempatnya.. dia memang lama tinggal di Jerman, dan di sana memang begitulah kebiasaan org2 di sana kalo makan di fast food.. mereka ngeberesin sendiri semua sampah2nya.. ga kayak kita ya :D.. sejak itu aku slalu ngikutin , dan buang sendiri sampah makananku kalo sdg di fast food.. anak2 juga aku ajarin gitu mba.. biar mereka dr kecil sadar dgn yg namanya kebersihan dan ngebuang ampahnya sendiri :)

    ReplyDelete