Sales Person

Hari ini saya mendengar tentang 'who is the better be sales person' di radio sambil mengantar para kaka berangkat sekolah. Beuuuh berat ya boo bahasannya. Ngga kok, ngga akan berat, cukup lah badan saya aja yang berat, postingannya di blog ini akan dibuat seringan mungkin. Seringan kaki para jomblo yang bebas melangkah kemana saja. Kenapa saya jadi tertarik membahas ini? sejujur-jujurnya karena saya lagi ngga ada ide nulis yang lain. HAHAHAHAHAHAHA

Apa itu sales person ? Sederhananya adalah orang yang menjual barang atau jasa. Nah lho ngomong jorok ini kayaknya ya, sudah ada 'barang', 'jasa' pula ya. Sebenarnya itu hanyalah pengertian umumnya saja. Tapi ternyata siapa pun yang sedang melakukan suatu bidangnya sebaiknya mungkin, maka dia lah yang layak disebut sales person.



Di radio tersebut, narasumbernya menjelaskan tentang contoh ada seorang yang ingin membeli mobil di show room, lalu dia disambut oleh sales mobil tersebut. Dengan anggaran yang dia punya, dia ragu apakah akan membeli mobil tipe A atau B. Tipe A lebih murah dan B lebih mahal. Dari sudut pembeli pasti lebih yang murah dooong, ya kan ya kan? Tapi sales nya menawarkan tipe B, sedikit lebih mahal tapi lebih bandel dan kualitas lebih bagus. Bla bla bla salesnya menjelaskan panjang lebar, calon pembelinya diam aja sambil mikir. Trus dia jalan-jalan ke bengkel di belakang showroom, basa-basi lalu nanya ke montirnya, mana yang lebih bagus Tipe A atau B?. Montirnya jawab, "kalau dari sudut pandang saya, tipe B itu lebih bagus. Tiap ada 10 mobil yang masuk ke bengkel,  7 diantaranya tipe A, sisanya yang B. Proses pengerjaannya juga tipe B ini lebih cepat selesai karena lebih sederhana & kesediaan suku cadangnya selalu tersedia. Berbeda dengan tipe A yang butuh waktu pengerjaannya lebih dari 3 hari dan suku cadangnya harus di import dulu. Jadilah akhirnya dengan penuh keyakinan si pembeli ini membeli mobil tipe B.

Berdasarkan cerita diatas, siapa kah kira-kira yang bisa disebut sales person? Sales nya itu sendiri kah atau montirnya? Yup, si montir. kenapa? karena si pembeli merasa penilaian montir itu objektif, seakan-akan tanpa kepentingan. Toh itu mobil laku atau tidak, dia ngga dapat untung apa-apa. Berbeda dengan sales tadi, semakin mahal mobil yang laku semakin gede insetif yang dia dapat, jadinya meski pendapat dia benar, pembeli sudah insecure duluan, jangan-jangan dia kejar insetif doang.



Dalam kehidupan sehari-hari juga sering banget kejadian kayak ini. Pas belanja di hyper-market, trus milih mau mengambil sabun cuci piring sambil mikir yang ini atau itu ya dan ngga lama pasti ada SPG nya nawarin, "yang ini aja bunda, ini lebih bagus bisa menghilangkan lemak membandel seketika. lemak bunda juga ilang kok kalo pakai ini. cobain deh". PRAAAAK minta ditampol SPG nya ya. hahahahha. Dan biasanya kita udah males duluan kalau ditawarin ini itu, bener ngga sih? Tapi coba kita misalnya ngobrol sama pelayan resto trus nanya, " mba ini kok piring dan gelasnya bening-bening banget sih. dicuci pake apa?". Dan ketika jawabannya sama dengan produk si mba SPG tadi, baru deh kita yakin itu produk beneran bagus.

Nah jadi intinya adalah sales person itu adalah orang yang memang dipercayai mampu mengulas sebuah produk dengan baik meski dia bukan lah pekerja divisi penjualan. Siapa pun bisa jadi sales person. Di dunia per-blog-an ada banyak sekali para blogger yang sebenarnya mereka adalah sales person, karena hasil ulasan mereka bisa meyakinkan orang lain untuk menggunakkan produk tersebut. Jadi ada yang bisa saya ulek eh ulas? *pakegincu* *kedip-kedip*

Pictures credits :
pic no 1 : www.articles.bplans.com
pic no 2 : www.videoblocks.com
Share:

2 comments:

  1. aku masih bljr jd sales person nih mbk, mlalui tulisan,
    kayaknya kece gt kalok punya kemmpuan sales person begitu

    ReplyDelete
  2. hihihi.. btw kata temen aku nih... aku kalau ngobrol ngiklan bizangettttt pasti ujung ujungnya ada iklane padahal gak dibayar ckckckckkc

    apakah aku bisa disebut sales person hehehe

    ReplyDelete