mamak datang logistik aman

Seorang ibu akan jadi anak bagi ibu yang lain. Tak peduli seberapa sudah tua  dewasanya saya. Tak peduli seberapa banyaknya anak yang telah saya lahirkan. Ketika mamak datang, maka tiba-tiba langsung berubah menjadi anak gadis mamak lagi.

Sebagai satu-satunya anak gadis mamak tentu lah sangat mudah bagi saya untuk mencuri perhatian mamak. 2 saudara saya lainnya adalah laki-laki. Entah apa yang dirasakan mamak saya ketika tiba-tiba saya menikah dan kemudian merantau jauh dari rumah. Sedih pasti, tapi keikhlasan seorang ibu adalah kunci utamanya.

Saya bersyukur mamak sampai sekarang masih kuat dan sehat. Alhamdulillah mamak masih bisa menjenguk saya setidaknya setahun sekali. Biasanya kalau mamak bekunjung pasti akan menetap sekitar 3 sampai 4 minggu. Tak hanya saya, anak-anak pun senang kalau nenek datang. Nenek lucu katanya.

Dan yang tak kalah ditunggu dari kedatangan mamak adalah tak lain tak bukan bawaan makanannya. Setiap mamak berkunjung mamak pasti datang dengan 2 koper, yang satu isi baju, yang lainnya isi makanan. Entah kenapa mamak agak susah kalau disuruh masak bukan di dapur rumahnya sendiri. Karena itu lah mamak lebih memilih memasok makanan semampu yang beliau bisa bawa yang sudah lebih dulu dimasak di Aceh. 

Dan untuk ini beliau ada trik khusus agar makanan yang dibawanya awet dan tidak basi selama di perjalanan. Jadi setelah memasak dengan jumlah yang cukup banyak, mamak membaginya ke dalam beberapa plastik dan kemudian ditandai dengan warna-warna yang berbeda. misalnya Asam keueng warna karetnya merah, tumeh tongkol warna karetnya hijau dan lain sebagainya. Plus juga lengkap dengan kertas yang nantinya jadi petunjuk saat saya memilih menu mana yang mau saya makan lebih dulu. Dan tak hanya itu semua makanan yang dibawa itu dalam keadaan beku alias berbentuk es. Jadi bisa dibayangkan gimana beratnya itu koper? Hanya kekuatan ibu lah yang mampu membawanya. 

Berikut ini ada beberapa makanan mamak yang selalu dibawaa saat berkunjung yang sempat saya dokumentasikan. Banyak lagi sih sebenarnya tapi beberapa ngga sempat difoto langsung ludes des des. 


  1. Asam keueng dan Semur Ayam.
    Ini adalah kesukaan saya dan indira. Indira bahkan punya nama kecil untuk asam keueng ini, yaitu asam em-em:p. Asam keueng dalam bahasa aceh artinya asam pedas. Sesuai namanya rasa dari masakan yang satu ini adalah perpaduan asam dari belimbing wuluh yang segar dan pedas dari cabai. Untuk isinya asam keueng bisa memakai udang atau pun ikan laut. oh ya kesegeran ikan atau pun udang ini juga menjadi penentu kenikmatan dari masakan ini.
  2. Pulut bakar dan sari kaya.
    Kalau mamak datang, 2 hari pertama pasti seisi rumah sarapan dengan ini. Dipadu dengan segelas kopi aceh untuk ayah dan sanger instan untuk bunda, beuuuh dijamin mood seharian pasti akan terjaga dengan baik.. 
  3. Ayam masak mirah.
    Nah kalau ini jangan ditanya bagaimana rasanya, susah dijelaskan dengan kata-kata. Harus dinikmati sendiri. Ini sejenis kari tapi memiliki cita rasa khas tersendiri. Kalau kari umumnya memakai santan, masakan ini memakai kelapa parut yang disangrai sampai warnanya menjadi kegelapan atau biasa disebut uneulheu. Selain itu masakan ini juga kaya rempah. Dijamin pasti ketagihan deh kalau sudah mencobanya.
  4. Halwa.
    Panganan yang satu ini mirip dengan dodol tapi memiliki tekstur yang berbeda. Terbuat dari beras yang ditumpuk lalu dicampur kelapa dan gula jawa. Manisnya pas, Cocok untuk cemilan sore.
  5. Tumeh.
    Dalam bahasa Aceh Tumeh artinya Tumis. Bumbu tumeh ini mirip dengan Asam keueng hanya cara masaknya yang beda. Kalau tumeh ya sesuai dengan namanya bumbunya ditumis.Dan lagi kalau asam keueng memakai belimbing wuluh segar, tumeh menggunakan asam sunti sebagai sumber rasa asamnya. Asam sunti adalah belimbing wuluh yang sudah dikeringkan. Biasanya yang ditumeh itu adalah jenis ikan tongkol, tapi bisa juga diganti sesuai selera,
Ini hanya lah sebagian kecil dari bentuk cinta mamak ke anaknya. Sudah banyak sekali yang mamak lakukan yang tak akan pernah mampu saya balas. Hanya sebait doa agar beliau selalu sehat yang selalu saya panjatkan.

Cinta seorang ibu tak akan putus meski terpisah oleh jarak. Beruntung saya sekarang juga menjadi seorang ibu dari ketiga anak saya. Meski anak-anak saya masih kecil, sejak dini saya sudah mempersiapkan hati saya suatu saat akan melepas mereka mengarungi jalan hidup mereka masing-masing. Saya harus belajar banyak dari mamak. Termasuk belajar memasak untuk memikat hati anaknya agar selalu rindu masakan mamak.

Selamat hari ibu, mak..
Share:

24 comments:

  1. Wah, kita sama, Mbak. Anak gadis satu2nya dan punya 2 saudara laki2. Saya juga merantau setelah menikah. Pasti sedih ya orangtua melepas kita. Saya juga sedih banget trus mengingatkan diri sendiri kalau tempat terbaik seorang istri adalah di sisi suaminya. Bedanya, mama saya ga pernah mengunjungi saya. Hehehee.... Tapi saya yang rajin mudik :D

    ReplyDelete
  2. Makanannya unik unik yah mba.. ada beberapa yang sebelum nya saya nggak tau. Halwa itu mirip kayak jenang kali yah kalau di jawa?
    Terus istilah kelapa yang di sangrai tadi lucu hiihih uneulheu gitu.

    Ah saya juga anak rantau. Bedanya, kalau ibu saya punya anak perempuan semua :D
    Dan saya anak terakhir yang merantau satu satunya.
    Bapak ibu pernah mengunjungi saya sekali selama 3 tahun saya merantau. Itu aja udah nggak tega karena mereka sudah cukup tua di skala usia. Tapi ibu saya nggak bawa makanan sebegitu banyaknya :D
    Hihihi tp yang penting cinta kasih nya selalu ada buat saya *aiihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pstiii doong, cinta kasih ortu bs dlm bentuk apa saja, yg plg ptg doa & ridho mereka. Anak2ku jg tiga2nya perempuan nih. Mgkn tua nanti jg aku bkl bingung mau mengunjungi yg mana. Hehehhe

      Delete
  3. Aku juga punya pengalaman serupa. Waktu mamaer nginep di rumah, semua urusan masak dan dapur di handle semua sama mama. Jadi aku tinggal santai-santai deh.Hahahaha..

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah mamak masih sehat selalu ya, senang sekali dibawakan begitu banyak makanan mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasiih.. Alhamdulillah nikmat emang dibawakan makanan banyak tinggal lep lagi. Hehehhehe

      Delete
  5. Aku jg paling seneng kl mamih dating, selalu banyak makanan & dimasakin padahal ngga minta.. Hmm.. jadi kangen mamih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba, pdhl tiap ditanya mau apa, selalu blg ga usah. Tp yaa begitulah cinta seorang ibu yaa. Salam hormat untuk mami mba sandra.

      Delete
  6. Kuliner Aceh benar-benar asing buat saya. Masakan ibu memang tiada duanya, selalu buat kangen

    ReplyDelete
  7. waaah makanan daerah khas...belum pernah nyicipin tapi sepertinya enak...ibu hebat ya...memang makanan khas daerah itu paling nancep diingatan salam kenal mba ferna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah cinta ibu ya, tak kan lekang walau sejauh apa pun anaknya.

      Delete
  8. Mangat that na mamak lagee nyan kak. Lee Meu makanan .

    Itu makanan khas Aceh semuaaaa... Eh Kaka tinggal dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, rejeki aneuk soleha :p. Skrg sih domisili di pekanbaru

      Delete
  9. Berarti selama belum menikah gini aku harus bisa memanfaatkan waktu bersama ibuku ya Mba, Karena nanti kalo udah berkeluarga jarang makan masakan ibu.. Hiks #melow

    ReplyDelete
  10. ya ampun..malem-malem..nces liat segernya sayur asem he2

    ReplyDelete
  11. Asam Keueng itu kayak Asam Padeh kalo di Padang mungkin ya. Mantap lah Mamak oleh2nya homemade semua untuk cucu 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mirip kyk asam padeh tp beda jenis ikan aja. Klo asam padeh biasa ikan patin (ikan darat ) kan? Asam keueng lbh ke ikan laut. Atau kdg2 jg bisa pke udang

      Delete
  12. Wah mba Pulut Bakarnya bikin aku kangen main ke rumah Oppung aku yang di Aceh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo ayoo mudik ke rmh opung.. Makan pulut sambil main di pantai, beuuuh mantep..

      Delete