Shanaz yang tak sunyi lagi

Tepat satu minggu yang lalu saya ditelpon oleh konsultan pusat pendengaran tempat saya memesan alat bantu dengar (abd)  shanaz katanya abdnya sudah jadi. Saat mendengar itu kontan perasaan saya nano nano, deg deg-an, tak sabar, senang bercampur takut juga.

Saya sudah membayangkan setelah hari ini dunia shanaz akan berubah. Tidak sunyi lagi. Dia akan mendengar suara cempreng bundanya, jeritan kaka-kaka nya, suara burung, motor, klakson dan bahkan gemericik air.

Doa saya cuma satu saat itu mudahkan lah ikhtiar kami ini ya Allah. Saya membaca pengalaman-pengalaman yang lain, ada yang katanya si anak menolak, ketakutan, nangis kejer dan lain sebagainya. Saya minta sama Allah semoga shanaz suka dengan suara-suara yang akan didengarnya nanti.

Saat yang dinanti akhirnya datang. Waktu itu sengaja saya datang pagi-pagi sekali. Bahkan ABDI (nama pusat pendengaran tempat membeli abd nya shanaz) saja belum buka. Sempat menunggu beberapa menit di dalam mobil. Perasaan saya sudah tidak bisa dijelaskan lagi seperti apa. Sampai tepat jam 9 teng, rolling door ruko nya ABDI dibuka. Deg tarik nafas panjang saya siap masuk ke dalam.

Sesampai di dalam konsultannya mempersilahkan saya masuk ke dalam satu ruangan. Tempat yang sama saat kami mencetak kuping shanaz dulu. Shanaz memeluk saya kuat saat itu. Mungkin dia mengenal ruangan ini.

Lalu konsultan tersebut mempersiapkan abd nya shanaz. Menginstal alat tersebut sesuai dengan ambang dengar shanaz, yaitu kanan 80 db dan kiri 110 db. Selain itu konsultannya juga mengedukasikan saya bagaimana cara memakai abd & perawatan sehari-hari.



Dan kemudian abd nya dipakaikan ke kuping shanaz.

Saat pertama dipasangkan, ekspresinya kaget bercampur takut. Saya langsung mengucapkan salam untuk shanaz. Dan juga saya bisikan kata-kata tayyibah di kuping shanaz. Saya ingin itu lah kata pertama yang shanaz dengar. Saya memeluknya lembut supaya dia tahu tidak akan ada yang menakutkan di dunia ini selama bunda ada disampingnya. Bersyukur shanaz cukup kooperatif saat itu.

Kata konsultannya jika dia menolak jangan memaksa, pelan-pelan saja. Awalnya tiap hari satu jam sekali, nanti lama-lama akan semakin ditingkatkan. Bersyukur shanaz langsung terlihat nyaman, jadi dia langsung dipakaikan abdnya sepanjang hari, kecuali tidur & mandi saja dicopot.

Saat ini satu minggu sudah shanaz menggunakan abd. Satu minggu waktu yang masih sangat kecil sekali. Shanaz belum ada perubahan yang signifikan. Tetapi sekecil apa pun perubahannya adalah hal yang sangat saya syukuri.

Shanaz mulai menyadari beberapa suara spontan disekitarnya. Terutama untuk suara yang cukup keras, seperti suara pintu yang terbuka, suara motor atau pun suara klakson. Untuk suara seperti gemerincing lonceng, tepukan dan ketukan benda plastik (misalnya kotak bekal dengan sendok) dia masih terlihat delayed. Maksudnya baru ngeh setelah beberapa kali dibunyikan. Saat dipanggil namanya pun beberapa kali dia mulai menoleh. Walau kadang masih cuek juga sih.

Saya sadari perjalan shanaz masiiiih masiiih sangat panjang sekali. Tahapan untuk dia bisa sampai ke berbicara masiih sangat jauh sekali. Tapi saya percaya shanaz bisa. Tidak ada yang tak mungkin. Bersama-sama kita terus belajar ya dek. Bunda berjanji akan selalu membuat dunia kamu tidak sunyi lagi. Mari kita aktifkan tombol super mode on dan siap taklukan dunia. Bismillah

cerita shanaz lainnya ada di ;

Share:

14 comments:

  1. Semangat Shanaz sayang, semangat juga Mba Ferna, yang terbaik untuk Mba sekeluarga, semoga tahun 2017 berkah kesehatan & rejeki selalu berlimpah :)

    ReplyDelete
  2. Pelukin Shanaz, bahagia selalu ya sayang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiih tante riska. Shanaz suka upin ipin juga lhooo

      Delete
  3. Semangat ya mbak...sehat terus untuk shanaz...ikut merinding mbak bacanya, saya merasa nggak ada apa2nya dibanding perjuangan mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Mksh support nya mba. Insya Allah selalu semangat

      Delete
  4. Insya Allah, yakin bisa jika melihat semangat dan support penuh Mba Ferna sebagai bundanya! Semangat, Mbak! Titip peluk buat Shanaz ya? ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Mksh mba.. Peluk cium kembali dr shanaz

      Delete
  5. Hi Shanaz, dengarkan suara alam yang indah ya :)

    ReplyDelete
  6. Siaaap tante.. Mhn doanya selalu yaa

    ReplyDelete
  7. Salam kenal Shanaz, semangat terus ya sayang.

    ReplyDelete
  8. Salam kenal mbak Ferna saya Okti dari Purwokerto, Putri ke 3 Sy Shafa 22bln juga Profound Hearing Loss 105db ki.ka membaca tulisan mbak cukup membuat saya besar hati..Harapan utk bisa mendengar dan hidup mandiri pasti ada utk anak2 istimewa tsb... kiss utk dd Shanaz...

    ReplyDelete
  9. Terharu bacanya. Semangat ya Shanaz. Peluk cium buat Shanaz.

    ReplyDelete
  10. Semangat Bunda dan Shahnaz. Allah pasti memberi kelapangan untuk kesabaran dan spirit yang tak pernah putus . . .

    ReplyDelete