Traveling cinta

Sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang membawa kita dari tempat baik ke tempat yang lebih baik lagi. Perjalanan tak selalu bermakna geografis. Perjalanan sesungguhnya adalah proses. Proses yang tetap tidak melupakan darimana kita berasal.

Perjalanan kami bermula dari satu titik. Titik yang menjadi hari paling sejarah untuk saya dan suami.

17 Desember 2008. Hari rabu pukul 08.00 pagi di masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. Masjid kebanggaan orang Aceh. Masjid yang selalu muncul di saat azan magrib di stasiun tv lokal. Ikonnya Nanggroe Aceh Darussalam.

Dua calon pengantin yang masih belia duduk menunduk dengan sejuta rasa di dalam masjid itu. Betapa tidak, umur saya baru 22 tahun saat itu dan suami berumur 26 tahun. Tapi niat untuk menyempurnakan agama sudah terpatri di hati.

Linto baroe & dara baroe, begitu sebutan dalam bahasa acehnya. Acara berlangsung cukup khidmat dan penuh haru. Tak pelak membuat mata saya bengkak saat difoto. Ledekan seperti dipaksa menikah dengan rentenir pun muncul. Meski sekarang bisa saja diedit dengan berbagai macam aplikasi fotografi tapi biar kan saja lah. Biar foto itu menjadi saksi betapa mengharukannya moment itu.

Di hari yang sama, perhelatan resepsi pun digelar. Saat itu saya lebih dulu menuju gedung resepsi untuk ganti baju dan didandan kembali. Sebenarnya sih masih memakai baju yang sama dengan yang dipakai saat akad nikah hanya beda cara pakainya saja.

Saya memakai baju adat aceh kontemporer berwarna pink lengkap dengan atribut khas aceh. Sedangkan suami saya memakai pakaian adat aceh laki-laki berwarna hitam dengan kain songket yang dicocokkan dengan punya saya.


Mengingat saat akad nikah sebelumnya saya menangis cukup heboh, MUA (Make up Artis ) nya berkali-kali wanti-wanti ke saya, " ingat ya nangisnya biasa aja. Jangan lebay kali nangisnya". Hahahaha.

Seperti hal nya di daerah lain, di Aceh juga ada ritual yang harus dilakukan sebelum naik ke pelaminan.

Pertama adalah penyambutan rombongan  linto baroe. Saat pihak linto baroe datang disambut dengan tarian ranup lampuan. Ranup lampuan adalah tarian khas Aceh yang digunakan sebagai penyambutan tamu istimewa.

Lalu setelah itu, pihak selangke dari lelaki berpantun yang kemudian dibalas oleh pihak dara baroe. Setelah saling melempar pantun baru lah rombongan linto baroe diizinkan masuk ke dalam.

Adat aceh terkenal dengan pemulia jamee, yang artinya memuliakan tamu. Siapa pun tamu yang datang, pasti lah harus selalu dimuliakan dan dihidangkan berbagai makanan. Tak terkecuali dengan rombongan linto baro yang sudah disiapkan khusus jamuan besan untuk makan bersama.

Setelah selesai jamuan besan, saya dan suami naik ke atas pelaminan. Pun ikut serta orang tua dari kedua belah pihak. Disini kami meminta restu dari keempat orangtua kami agar selalu diridhoi setiap langkah kami. Lagi-lagi suasana haru menyelimuti seluruh ruangan.

Tak lama setelah itu, MUA saya naik ke panggung sambil ngomel, "kubilang juga apa. Nangisnya jangan lebay" katanya sambil merapikan dandanan saya yang mulai luntur karena air mata. Hahahahha.. Maap kak.

Dan kemudian satu persatu tamu datang menyalami kami dan menikmati makanan yang sudah disediakan

***
8 tahun berlalu sudah dari hari sakral itu. 8 kali melewati tanggal 17 Desember. Banyak yang sudah dilalui. Selalu ada asa disetiap rasa. Selama bumi masih berputar, selama kaki masih melangkah, selama itu pula selalu ada cerita baru terselip didalamnya
***


Tak lama setelah hari sakral itu, saya dan suami hijrah ke ibukota. Bab pertama kami pun dimulai di sini. Berawal dari pasangan pengantin baru yang berusaha menaklukkan kerasnya jakarta.

Dari yang pertama datang hanya bisa ngekos di kamar tipe kuburan alias cuma bisa selonjoran saja. Dari yang awalnya hanya dua kemudian menjadi tiga, empat dan lima. Semua berawal dari yang tak ada menjadi ada.

Ternyata jakarta bukan lah akhir perjalanan kami. Kaki  harus terus melangkah. Setelah 7 tahun di Jakarta, kami kembali mengepakkan sayap. Kali ini lebih lebar karena ada 3 anggota lainnya yang siap dibawa pergi.

Hidup adalah perjalanan. Perjalanan dari tempat baik ke tempat yang lebih baik lagi. 


Pekanbaru adalah tempat persinggahan berikutnya. Disini kami kembali menekan tombol restart dan memulai  cerita baru. Sedikit lebih tertatih karena kali ini bukan lagi menjadi pengantin baru, tetapi sebagai orang tua.

Setahun sudah kami di tanah melayu terlewati dengan baik. Argo masih berjalan tanda perjalanan belum usai.

Entah masih akan berapa lama kami akan disini. Setahun, dua tahun, lima tahun, entah lah. Tapi hati dan jiwa sudah diatur sedemikian rupa agar tetap selalu dinamis dan mobile kalau kata orang-orang.

Masih banyak cita dan harapan yang ingin kami raih. Cita-cita terbesar kami adalah ingin keliling dunia sampai kakek nenek nanti.

Saat anak-anak sudah dewasa dan punya kehidupan masing-masing, kami ingin menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat yang tidak pernah kami datangi sebelumnya.

Kan katanya bermimpi itu gratis. Jadi bermimpi lah dari sekarang. Tak ada yang tak mungkin. Selama diyakini sepenuh hati & dijalani sepenuh jiwa.

Selamat hari pernikahan ke 8, pasangan bermimpi ku, Ahmad Nurholis. Tidak perlu selebrasi apa pun, simpan saja untuk berpuluh-puluh tahun ke depan yang akan terus kita lewati bersama. Insya Allah. Jika Allah menghendaki. Aamiin..
Share:

23 comments:

  1. happy anniversary mb, semoga langgeng terus, bahagia, dan semua keinginan terwujud. amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Terimakasih.. Doa yg sama untuk mba & kel yaa

      Delete
  2. Hidup adalah perjalanan. Nikmati perjalanan yg ada dengan banyak bersyukur 😊 cantiik bangeet mbaak ya berbalut baju adat begitu. . Hehehe Selamat menapaki dan menikmati perjalanan tahun ke 8 dan tahun" brrkutnya mbaak. Semoga senantiasa diberikan sehat sukses dan bahagiaa untuk mbaak dan keluargaa. Aamiin. . Salam kenal mbak 😁🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Makasih mba. Doa yg sama untuk mba lucky & kel ya.

      Delete
  3. blogwalking, salam kenal mba ^_^

    Semoga langgeng ya pernikahannya kalau saya baru 8 bulan, hihi masih jauh menuju tahun-tahun berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiik pengantin baru.. 4 bulan lg setahun tuh. Semoga selalu bahagia & dlm lindungan Allah Swt ya..

      Delete
  4. Samaa kayak saya. Ibu rumah tangga dengan 3 anak yang hidupnya merantau demi menemani suami bertugas sebagai abdi negara. Cuma saya merantaunya baru keling sumatera selatan aja.
    Happy wedding annyversary ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba... Selamat menikmati keliling sumsel jg mba. Semoga selalu kuat & semangat selalu yaa

      Delete
  5. Selamat hari jadi mbak semoga semara selalu.

    ReplyDelete
  6. Happy wedding anniversary mbak...semoga samara ya...amin...

    ReplyDelete
  7. Semoga cita-citanya tercapai ya mba..saya hanya ingin mengunjungi beberapa negara saja.. semoga segera tercapai juga ah :D

    ReplyDelete
  8. happy anniversary ya. moga berbahagia selalu

    ReplyDelete
  9. happy wedding ke 8 mba..semoga berkah selalu...

    ReplyDelete
  10. Cantik banget pakaian dara baronya mbak! Terinspirasi nanti waktu saya nikah pakai kek gitu, masih menggunakan kulah, sekarang lebih banyak menggunakan bunga.
    Semoga tetap langgeng ya mbak! Ntar klu pulang ke Aceh, ngumpul dong sm kita2 blogger Aceh, Gam Inong Blogger namanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Makasiih.. Iyaaa mauu.. Bru tau ada gam inong blogger, nanti mau aah ngumpul2 yaaa

      Delete
  11. Baru baca ini mbak, mba nya cantik syekalii
    Happy Anniv ya mbak, semoga menjadi keluarga yang bahagia selalu

    ReplyDelete