Memilih Alat bantu Dengar yang tepat

Tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana memilih alat bantu dengar (hearing aids) untuk anak Tuli. Ini bukanlah referensi dari ahlinya, ini hanya berdasarkan pengalaman saya saja. Sekedar gambaran dari sudut pandang orangtua yang anaknya mengalami gangguan pendengaran berat.

Karena saya ingat sekali, 2 bulan yang lalu ketika Shanaz divonis tidak bisa mendengar dan langkah awal disarankan menggunakan Alat bantu dengar, saya blank. Bener-bener tidak ada bayangan sama sekali untuk alat bantu dengar belinya dimana, bahkan bentuknya pun saya belum pernah lihat. Dokter THT nya hanya berkomentar, "masak ibu ngga tahu belinya dimana? Yaa di hearing center lah". saya bahkan tidak pernah tahu di dunia ini ada tempat yang namanya hearing center.

Kalau dokter menyarankan membeli kacamata, saya dan semua orang pasti tahu kemana harus mencari kacamata, optik kacamata. Tapi jika yang disuruh beli ini alat bantu dengar, siapa yang bisa tahu kalau ada toko sejenis optik tapi khusus untuk kuping yang disebut hearing center.

Beruntung kita hidup di dunia milenial, tinggal ketik kata kunci "hearing center di pekanbaru"  maka muncul hasilnya. Keberuntungan lainnya saya menemukan komunitas anak-anak Tuli di facebook yang kemudian dari komunitas ini saya sampai ke group lebih kecil dengan ruang lingkup di Pekanbaru dan sekitarnya. Disini lah saya kemudian menemukan pencerahan apa dan bagaimana membeli alat bantu dengar yang sesuai kebutuhan.

Hal yang pertama harus dilakukan adalah survei ke beberapa tempat untuk mendapatkan perbandingan sebelum memutuskan membeli. Karena di Pekanbaru hearing center terbatas, saya waktu itu hanya pergi ke 2 tempat, ABDI dan optik melawai (beberapa optik melawai juga menjual alat bantu dengar). Belakangan saya baru tahu ada hearing center lainnya di Panam namanya eartec, tapi karena saya tidak sempat ke sana jadi saya tidak bisa tulis tentang hearing center ini ya.

Berikut hasil survei dari 2 hearing center yang saya kunjungi :

ABDI adalah hearing center berskala nasional yang sudah ada di 31 kota besar. ABDI menganjurkan Shanaz menggunakan Alat Bantu Dengar merk Starkey. Ada 2 tipe yang ditawarkan ke saya saat itu, yaitu :
  1. 3 series i30, mempunyai 6 gelombang, directional microphone, wireless dan memiliki 4 program. Harganya Rp 12.700.000,- untuk satu kuping
  2. 3 series i20 mempunyai 4 gelombang, directional microphone, wireless dan memiliki 4 program juga. Harganya Rp 9.200.000,- untuk satu kuping.

Pada dasarnya kedua alat bantu dengar diatas memiliki fitur yang sama, yang membedakannya hanya pada gelombangnya saja. Gelombang ini lah yang menentukan kejernihan suara yang diterima si pemakainya. semakin besar gelombangnya, semakin jernih suara yang ditangkapnya.

Sedangkan di Optik Melawai ada 3 tipe yang ditawarkan dengan klasifikasi dibagi menjadi 3 kelas, standart, middle dan upper.
  1. Standar : GM Resound - Magna 290, memiliki 6 gelombang dengan harga Rp 7.410.000 untuk satu kuping.
  2. Middle : GM Resound - Magna 490, memiliki 9 gelombang dengan harga Rp 8.468.000 untuk satu kuping.
  3. Upper : Aumbel - A3 Gold, memiliki 12 gelombang dengan harga Rp 15.500.000 untuk satu kuping.
ABDI menyarankan saya mengambil alat bantu dengar untuk kedua kuping agar stimulasinya seimbang. Sedangkan Optik Melawai menyarankan cukup mengambil satu kuping saja, karena kuping kiri shanaz termasuk ke dalam gangguan pendengaran kategori sangat berat jadi tidak akan terjangkau jika hanya menggunakan alat bantu dengar.

Dan galau pun dimulai kembali sodara-sodara. Saya coba cek lagi di internet tentang ini dan itu, konsultasi ke sana-kemari, sampai pada akhirnya saya dan pak suami memutuskan membeli alat bantu dengar untuk Shanaz di ABDI saja dengan pilihan merk Starkey tipe 3 series i30 untuk kedua kupingnya.

Kenapa memilih ABDI? Berikut pertimbangannya :
  • Seperti yang saya sebut diatas, ABDI adalah hearing center berskala nasional. Dengan pertimbangan pak suami bisa hijrah kemana saja, banyaknya cabang ABDI di hampir seluruh Indonesia tentu tidak akan merepotkannya kami di kemudian hari. Optik melawai berskala nasioal juga sih tapi tidak semua tokonya menjual alat bantu dengar, hanya tertentu saja, karena fokusnya mereka lebih ke kacamata.
  • Membeli Alat bantu dengar tidak sama dengan membeli kacamata. Kacamata hanya sekedar mengukur minus/plus nya,  kemudian dipakai dan urusan pun selesai. Berbeda dengan Alat bantu dengar dimana banyak hal yang harus dilakukan agar alat tersebut bisa bekerja dengan maksimal. Jadi sangat disarankan membeli alat bantu dengar di tempat yang tidak hanya menjual tapi juga menyediakan jasa audiometri . Dan yang tidak kalah penting adalah pilihlah konsultan yang ramah dan komunikatif sehingga mampu mengedukasikan orangtua tentang alat bantu dengar tersebut. Di kota-kota besar seperti Jakarta hearing center sudah dilengkapi dengan Audio Verbal Therapy (AVT), Free Field Test (FFT) dan lain sebagainya. Sayang fasilitas-fasilitas ini belum ada di Pekanbaru.
Dan yang harus digarisbawahi adalah apapun alat yang dipilih tetap yang mempunyai peranan penting itu orangtua. Sebagai orangtua kita harus berperan aktif baik untuk melakukan terapi di rumah maupun memantau alat tersebut agar tetap bekerja secara optimal. Karena orang tua, bimbingan ahlinya dan alat yang mumpuni adalah 3 faktor utama keberhasilan anak-anak Tuli agar bisa mendengar seperti yang lainnya. Jadi, Mari kita semangat. Jangan menyerah karena nanti akan ada saatnya kita akan memetik hasil terbaik. Aamiin

Tulisan lainnya tentang Shanaz & gangguan pendengarannya ada di :
  1. tes pendengaran pada anak penting kah?
  2. mereka adalah ladang amal kita
  3. shanaz yang tak sunyi lagi
  4. menangani gangguan pendengaran pada anak
P.s. Harga-harga diatas adalah harga tahun 2016. Harga tersebut bisa saja sudah mengalami kenaikan. Silahkan cek langsung ke terkait untuk pastinya.


Share:

3 comments:

  1. Ternyata alat bantu dengar lumayan juga ya mba harganya

    ReplyDelete
  2. Bapakku kebetulan pakai alat bantu dengar jg, sebab telinganya bermasalah dulu kerja di percetakan salah satu media nasional. Alhamdulillah terbantu dgn alat ini

    ReplyDelete
  3. Aku jadi ingat ada temanku yang anaknya juga pakai alat bantu dengar mba. Baru tahu kalau ada banyak jenis ya

    ReplyDelete