Monster itu bernama Rubella

Karena postingan saya beberapa waktu yang lalu tentang hasil lab shanaz yang positif Rubella, banyak yang bertanya Rubella itu apa . Saya coba rangkum disini sependek pengetahuan saya ya, biar makin banyak orang yang sadar tentang Rubella.

Rubella atau biasa dikenal dengan campak jerman (German Measles) sebenarnya bukan lah virus berbahaya, tapi dia adalah musuh besar bagi ibu hamil terutama trimester pertama. Karena di masa itu lah saat-saat terbentuknya organ-organ penting pada janin.

Pada ibu hamil, Rubella bisa menyerang apa saja, mata, jantung, organ pendengaran, dan bahkan jika kena di otak bagian tengah bisa menyebabkan si anak mengalami cerebral palsy seperti yang dialami oleh salah satu teman blogger saya Grace melia pada anak pertamanya, ubi. Oh iya, yang diserang itu bukan ibunya lho ya, melainkan anak yang di dalam kandungan ibunya.
Sumber gambar : http://www.aloevera.in.net/GermanMeasles.htm

Munculnya Rubella biasa ditandai dengan demam tinggi dan ruam bintik-bintik di seluruh tubuh. Sayangnya tidak semua orang mengalami gejala yang sama, dalam kasus saya, bahkan tidak menyadari kalau saat itu saya terkena rubella. Tidak ada bintik-bintik, mungkin sedikit sumeng, tapi tidak ada gejala klinis yang serius.

Sebenarnya waktu itu yang kena Rubella adalah kaka-kaka shanaz, Indira (7th) & Danesh (5th). Dokter anaknya sih memang sudah mengingatkan saya untuk jangan terlalu dekat dengan mereka, takut menular ke saya yang saat itu lagi hamil shanaz umur 3 menuju 4 bulan. Tapi yaa waktu itu kita tinggal di unit apartemen yang luasnya tidak lebih dari 27m, gimana coba caranya biar tidak dekat-dekat? Sudah diantisipasi semampu saya bisa, misalnya dengan tiap hari lantai dan perabot dibersihkan dengan pembersih anti bakteri, baju mereka dicuci terpisah dan juga untuk urusan ke dokter, minum obat dan lain-lain, langsung ditangani dengan pak suami. Tapi emang qadarullah ternyata tanpa disadari saya terkena rubella juga.

Saat Shanaz lahir tidak ada yang aneh, semua terlihat baik-baik saja. Kecolongan saya lainnya adalah karena Shanaz lahir di klinik kecil, dia tidak melakukan tes OAE sebelum dibawa pulang ke rumah. Singkat cerita di umur shanaz 18 bulan baru lah kami sadar dia mengalami Tuli sensorineural derajat sangat berat pada telinga kanan dan kiri


Awalnya saat pertama saya tahu tentang kondisi shanaz, fokus utama saya adalah bagaimana menangani gangguan pendengaran yang dialami shanaz ini dengan benar. Saat itu saya tidak punya energi untuk mencari apa penyebab shanaz mengalami gangguan pendengaran sangat berat ini.


Sampai kemudian setelah 2 bulan berjalan, tepatnya beberapa hari yang lalu, saya membawa shanaz untuk tes darah & skrinning mata dan jantung. Dari pertama saya sudah curiga kalau biang keroknya pastilah si Rubella. Tapi tetap saya butuh hasil klinis supaya bisa benar-benar memastikan kalau dugaan saya benar.

Untuk prosedurnya, pertama saya konsultasi ke dokter anak sub spesialis tumbuh kembang. Di sana saya menceritakan riwayat medis saat hamil shanaz dulu. Dari dokter anak, beliau merujuk saya skrinning ke dokter mata & dokter jantung. Selain itu shanaz dirujuk juga untuk melakukan tes TORCH, tapi tidak perlu lengkap, cukup tes Rubella dan CMV. Kenapa CMV? Karena CMV juga termasuk virus yang paling sering menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran.

FYI, TORCH singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), Herpes. Dan semua ini adalah virus-virus yang sangat berbahaya jika menyerang janin pada ibu yang sedang hamil.

Di poli mata, shanaz diberikan tetes mata untuk membesarkan pupilnya agar dokter matanya bisa melihat apakah ada tanda-tanda penyebab katarak atau tidak. Alhamdulillah hasilnya bagus. Dokter tidak melihat ada gangguan pada organ penglihatannya.

Setelah itu, shanaz menuju ke poli jantung. Disana shanaz melakukan tes ECHO jantung. Dokter menanyakan perkembangan motorik kasar shanaz selama setahun belakang, grafis berat badan, dan juga melakukan USG untuk memastikan semua baik-baik saja. Alhamdulillah lagi dokter juga tidak melihat ada yang mencurigakan. Hasilnya jantung shanaz cukup bagus.

Oh ya sebelum shanaz skrinning di  kedua poli tersebut, shanaz lebih dulu diambil darah di laboratorium untuk mengecek rubella & CMV nya. Hasil tes keluar sekitar 3 jam kemudian. Dan tepat sekali setelah skrinning selesai, hasilnya pun keluar. Hasilnya adalah Anti Rubella IgG shanaz tinggi, yang artinya shanaz sudah pernah kena Rubella dan kemungkinan besar itu saat dia di perut dulu.

Untuk biaya rangkaian tes ini memang tidak bisa dikatakan murah. Biaya laboratoriumnya dikenakan sebesar Rp 1.932.100. Ditambah biaya konsultasi dokter Rp 280.000, maka totalnya adalah Rp. 2.242.100,-. Itu belum termasuk konsultasi dokter anak yang saya lakukan sehari sebelum tes dan sehari setelah tes keluar. Alhamdulillah rejekinya Shanaz saya tidak mengeluarkan satu rupiah pun, karena semuanya ditanggung oleh asuransi perusahaan tempat pak suami bekerja. Saya tidak tahu pasti apakah BPJS juga menanggung untuk tes ini atau tidak, tapi seingat saya teman saya yang memakai BPJS juga ditanggung semuanya.

Rasa syukur lainnya adalah saya bersyukur shanaz 'hanya' tidak bisa mendengar saja, sedangkan organ yang lain masih berfungsi dengan baik. Saya melihat sendiri ada banyak sekali teman-teman shanaz yang tidak seberuntung shanaz dengan multi gangguan baik di pendengaran, mata dan jantung. Saya doakan semoga Allah selalu memberikan kekuatan terbesar untuk para orangtua hebat di luar sana yang dengan sangat tegar bolak-balik mengantarkan anaknya ke ruang operasi untuk ikhtiar agar anak-anaknya mendapatkan hasil terbaik. You rock guys..

Kalau dirunut ke belakang, sebenarnya semua ini bisa dicegah. Untuk Rubella sendiri sudah ada vaksin untuk pencegahannya. Dan kalau pun sudah terjadi gangguan, seharusnya jika saat itu saya lebih teliti memilih tempat bersalin yang meyediakan tes OAE, tentunya semakin cepat diketahui semakin cepat ditangani dengan baik pula.

Tulisan ini bukan untuk menyesali apa yang sudah terjadi. Bagaimana pun saya dan pak suami sudah ikhlas & berbesar hati menerima semua ini. Saya hanya ingin pengalaman saya ini bisa jadi pelajaran buat yang lain. Pengalaman adalah guru berharga sudah so yesterday. Pengalaman ORANG adalah guru yang berharga jauh lebih efisien untuk sekarang ini. Sekali lagi, saya tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi. Sudah jalannya seperti ini. Insya Allah selalu percaya Allah maha baik dengan segala rencana-Nya untuk shanaz dan semuanya.

Saya sangat berharap buat teman-teman yang lagi program hamil, rencanakanlah kehamilan sematang mungkin, periksa status TORCH sebelum hamil. Sedikit pricey emang, tapi percaya lah mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Yang sedang mempersiapkan kelahirannya juga, pilihlah tempat bersalin dengan standar yang paling aman, salah satunya tes OAE pada bayi sebelum dibawa pulang ke rumah. Meskipun melahirkan adalah proses natural mempersiapkan semua sebaik mungkin tentu tidak ada salahnya.
Share:

11 comments:

  1. waduh, bahaya ni, kalau nggak tahu apa apa ni, kalau ud punya istri, dan istri posisi lagi hamil :(

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, ini postnya sangat lengkap dengan info bagi calon ibu2. Saya ikut berdoa ya mba semoga Shanaz selalu di berikan kekuatan dan di lindungi Allah.

    ReplyDelete
  3. Tetap semangat ya mbak, salam sayang Sahnaz :)

    ReplyDelete
  4. Thanks Informasinya, sangat membarikan manfaat nih ...

    ReplyDelete
  5. Oh jadi semacam keharusan juga ya, mba, untuk tes TORCH bahkan baiknya di saat program hamil ya, karena vaksinnya pun ada. Iya repot juga kalau yang terkena rubella masih orang satu rumah, apalagi anak. Nggak mungkin ibunya benar2 bisa menghindar ya kalau anak sakit.

    ReplyDelete
  6. Tetap semangat ya mba :), jadi inget dulu saya banyak banget tes waktu hamil, suntik sana suntik sini, selain saya takut di suntik juga rada ribet... Tapi bener banget, lebih baik mencegah di awal.

    ReplyDelete
  7. Semangat Shanaz dan mama, semoga dilancarkan selalu ikhtiar kita ya mba. Aminn.

    ReplyDelete
  8. tetep semangat mba :).. kalian ibu2 yg hebat dan kuat .. dulu aku jg ga tau rubella itu apaan.. tapi setelah baca kisah mba grace dan mba juga, jd sadar dan lbh aware trutama kalo sdg hamil... alhamdulillah aku memang ga kena virus ini saat hamil dulu..

    ReplyDelete
  9. Allah itu tidak akan memberikan masalah diluar batas kemampuan hamabNya, mba. Insya Allah banyak temen yg anaknya tuna rungu tapi bisa melakukan kegiatan seperti layaknya wanita normal. Peluk hangat mba dhita ^_^

    ReplyDelete
  10. And u also Rock Mba :) semangat selalu mba insyaAlloh mba dan suami bisaaaaa!

    ReplyDelete