Resensi Buku “SAYANG KAKAK SAYANG ADIK” oleh Naning Chandra  




Punya saudara itu adalah anugerah. Teman boleh datang dan pergi, tapi tidak dengan saudara. Dia tetap akan ada tidak peduli seburuk apa pun kita. Itulah kenapa ada istilah “blood is thicker than water”. Tapi tentu saja anak-anak belum benar-benar paham akan hal ini. Boro-boro berharap mereka akan mengganggap saudara mereka adalah anugerah, yang ada juga mereka menganggap saudara mereka adalah hal yang paling menganggu dalam hidup mereka

“Bun, ade kesel sama kakak. Selalu kalau main harus sesuai mau kakak. Tukar aja kakaknya.”
“iiih, ada juga ade tuuh bun yang kalau main ga pernah ikut aturan. Ngga seru main ade. Enakan juga main sama temen kaka di sekolah. Dasar ade jeleeeeeek”
( Bundanya pura-pura tidak dengar sambil terus makan bakwan dengan 3 biji rawit sekaligus)
Pasti yang punya anak lebih dari satu sudah akrab kan ya dengan kejadian seperti diatas? Bahkan mungkin banyak yang lebih ajaib lagi kali ya. Namanya juga anak-anak ya. Sebentar berantam, sebentar baikan lagi. Tinggal bundanya saja yang harus nyetok bakwan yang banyak, biar ada pelampiasan yang bisa digigit kalau anak-anak lagi ‘manis-manis’ nya😝.
Nah buku nya Naning Chandra yang terbaru ini pas nih buat diceritakan ke mereka kalau sebenarnya mereka beruntung karena punya saudara. Buku berisi 7 cerita pendek tentang keseruan kakak beradik ini bisa jadi pilihan yang tepat untuk dijadikan bacaan seluruh keluarga. Halamannya yang penuh warna pasti akan menarik perhatian anak-anak. Dan juga ceritanya menggunakan dua Bahasa lho, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, jadi cocok buat anak seperti Indira yang memang lagi belajar Bahasa inggris juga. Masih belum cukup? Tenaaaang, masih ada lagi kok. Di buku ini juga disertai aktivitas di setiap akhir ceritanya. Anak-anak dijamin pasti akan suka.
Kalau untuk isi ceritanya sih tidak perlu diragukan lagi ya, penuh makna dan pesan moral didalamnya. Contohnya saja seperti cerita tentang Ninan dan Ninin, si anak kembar tapi tidak sama. Ninan berambut lurus dan punya lesung pipit, sedangkan Ninin berambut gelombang. Masing-masing dari mereka juga punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Dan yang paling menyebalkan adalah ketika dikomentari orang lain disekitar mereka, “tuuh nanin sudah bisa ini, kok ninin belum?”. Begitu pun sebaliknya.

Kejadian serupa juga sering sekali terjadi  dengan Indira dan Danesh. Meski mereka bukan kembar, tapi umur yang terpaut hanya 18 bulan ini membuat mereka terlihat nyaris sepantaran. Dan tentu saja ini jadi bahan perbandingan orang-orang setiap ketemu mereka. Kalau sudah begitu, bundanya yang harus pintar-pintar menjelaskan kalau mereka tidak lah harus sama. Dan buku ini makin mempermudah penjelasan bundanya. Karena memang tidak ada orang yang benar-benar sama di dunia ini.
Cerita lainnya adalah tentang 4 saudara laki-laki Beni, Binu, Bono dan adik kecil mereka Dio. Sudah jadi rahasia umum kalau adik kecil pasti suka sama kakaknya, tapi kakak-kakaknya menganggap adiknya terlalu kecil buat main dengan mereka. Seperti Beni, Binu dan Bono yang menganggap Dio hanya menganggu permainan mereka saja. Meski sebenarnya Dio tidak bermaksud begitu, tapi tetap saja kakak-kakak telanjur kesal dengan adiknya. Cerita ini sangat cocok sebagai media kita menjelaskan ke anak-anak terutama buat para kakak yang suka sebal dengan adiknya. Sebenarnya bagaimanapun dari hati mereka terdalam mereka itu sayang banget lho dengan adiknya. Hanya saja kadang jika kita sebagai orangtua salah memberikan penjelasan yang ada malah si kakak merasa bundanya selalu berpihak dengan si adik. Jadi cerita ini bisa sangat mengajarkan betapa berharga dan beruntungnya mereka memiliki saudara.
Cerita yang tidak kalah seru adalah tentang Loli kelinci yang awalnya sangat senang karena  ditinggal sang kakak Lota ke acara kemping. Karena itu artinya dia bebas bermain tanpa harus mengikuti aturan si kakak. Dia bisa bermain boneka kakak tanpa harus minta izin terlebih dahulu, bisa bermain masak-masakan tanpa harus rebutan siapa yang jadi koki, dan juga bisa main ayunan sepuasnya tanpa harus gantian. Tapi justru ada perasaan aneh saat Loly memainkan itu tanpa kaka. Harusnya ini adalah permainan yang  seru tapi kok jadi terasa kurang menyenangkan ya. Waduh kira-kira perasaan apa yang muncul itu?

Cerita selengkapnya bisa dibaca di buku SAYANG KAKAK SAYANG ADIK ini ya. Seru-seru kan ya ceritanya? Yang diatas tadi itu baru 3 cerita lho, bayangkan ada 4 cerita lainnya yang tidak kalah serunya.

Selain alur ceritanya yang sederhana, kejadian-kejadian di buku ini juga sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Jadi saat dibacakan ke anak-anak mereka akan merasa 'senasib'.  Apalagi ditambah dengan ilustrasi yang sangat menarik, tidak ada alasan untuk anak-anak tidak jatuh cinta sama buku ini. Saya aja kesengsem apalagi mereka.

Naning Chandra ini adalah salah satu penulis buku kesukaan saya dan anak-anak. Sebut saja 40 karakter pemenang 1 dan 2, juga ada buku Gloob 1 dan 2 adalah judul buku Naning Chandra lainnya yang sudah setia menemani Indira dan Danesh dari saat mereka awal-awal belajar membaca, belajar Bahasa inggris  dan bahkan juga sebagai cerita pengantar tidur. Makanya saat tahu Naning Chandra mengeluarkan buku baru nya lagi, orang yang pertama paling semangat yaaa para kaka-kaka ini.
Kalau dulu mereka dibacakan oleh saya tapi sekarang mereka sudah bisa dan senang membaca sendiri. Dan inilah reaksi Indira setelah membaca buku ini:

“ Bun, cerita di buku ini persis kayak cerita kakak dengan adik danesh dan shanaz lho bun. Persiiiiis banget. Kok bisa sih?”.

Dan setelah itu dia langsung berubah jadi super manis dengan adik-adiknya. Walau pun cuma bertahan 15 menit sih, lalu kemudian rebutan lagi, berantam lagi-_____-.

Penasaran kan sama buku ini? Ayoo buruan cari di toko buku terdekat. Buku terbitan BIP ini dibandrol hanya seharga Rp 79.000,- saja lho. Selembar uang merah juga masih ada kembaliannya tuh. Murah kan? Beli yang banyak ya dan bagikan ke teman-teman dan saudara. Mari budayakan anak-anak kita biar senang membaca. Karena seperti kata poster yang selalu ada di dinding SD kita dulu bahwa membaca adalah jendela dunia.


Share:

3 comments:

  1. Cocok nih buat anakku Mba', tapi si Abang memang masih balita, jadinya belum terlalu paham.. :)

    ReplyDelete
  2. Iiih lucuuu.. bukunya cocok buat Raya ntar kl jadi kaka, TFS ntar aku mau cari ah :D

    ReplyDelete
  3. cocok bgt ni untuk anak aku

    ReplyDelete