Buka puasa bersama


Tidak terasa sudah setengah bulan kita berpuasa ya. Pertanyaannya adalah sudah dapat undangan bukber bersama berapa biji nih? Mmm, ok diubah pertanyaannya, berapa banyak dari undangan itu yang sudah pasti tanggalnya dan berapa yang ‘gampang atur aja,aku ikut aja lah’-in  dan kemudian tidak ada berita lagi sampai lebaran pun datang? Its sound familiar, hah?

Satu hal yang saya pelajari dari hukum bukber bersama ini adalah semakin tua umur kita, semakin sedikit undangan bukber bersama, benar? Dulu waktu masih muda, berjaya dan berkibar (bendera kali) kayaknya hampir setiap hari ada undangan bukber bersama. Makin kesini makin berkurang sampai ke satu titik sekarang lebih memilih makan malam daripada bukber bersama. Maksudnya itu lebih memilih buka puasa dulu di rumah (minimal makan takjil dulu), shalat magrib, baru kemudian cuss ke tempat bukber bersama buat makan beratnya. Aaaah saya sudah setua itu ternyata

Kegiatan bukber bersama sebenarnya tidak lah salah. Setahun sekali kita bisa menyambung silaturahim dengan teman-teman yang hampir tidak pernah bertemu sebelumnya. Itu lah hikmah Ramadhan. Dan itu indah. Tapi ada beberapa hal yang sebaiknya harus diperhatikan dalam mengadakan acara bukber bersama, diantaranya adalah :

1.       Perhatikan tempat diadakan acara bukber bersama. Jika memungkinkan sebaiknya dilakukan di rumah saja biar lebih santai dan lebih akrab. Tapi kalau pun tidak, jangan lupa untuk memastikan tempat acara bukber bersama tersebut memiliki mushola atau pun tempat shalat yang layak. Jangan sampai habis bukber bersama trus lupa shalat magrib ya.

2.       Jika diadakan di rumah, sebisa mungkin jangan sampai merepotkan pemilik rumah. Tawarkan sistem potluck atau layanan antar makanan supaya si pemilik rumah tidak direpotkan karena kedatangan kita.

3.       Jika undangan bukber bersama untuk seluruh keluarga, pastikan tidak hanya kita saja yang menikmati acara tersebut karena bertemu dengan teman lama, tapi suami dan anak-anak yang kita bawa harus senyaman mungkin di acara tersebut juga. Kalau ada pilihan untuk tidak dibawa, saya lebih memilih itu sih terutama untuk anak-anak. Karena kadang-kadang meski restorannya cukup ramah anak, belum tentu teman-teman dari masa lalu kita ini terkondisikan hal yang sama. Nanti pada saling ledek, saling becanda, kasian anak-anak kita bingung tiba-tiba mamaknya berubah jadi se-barbar itu;-p. kecuali semuanya janjian membawa anak dan konsep bukber bersama nya playdate itu lain lagi ceritanya.

4.       Kalau untuk saya, bukber bersama itu sebenarnya bukan ajang untuk makan sih, lebih ke tujuan utamanya silaturahim, ngumpul bersama teman-teman lama. Bukan bermaksud jaim di depan teman-teman, tapi biasanya kalau lagi bukber bersama porsi makan saya itu sedikit, mungkin Karena sudah asik ngobrol kali ya. Makanya saya tuh selalu memesan makanan ekstra untuk dibawa pulang atau kalau lagi menghemat, sebelum berangkat bukber bersama saya tetap masak nasi di rice cooker, selain bisa untuk sahur nanti, juga hampir dipastikan nanti sepulang bukber bersama pasti akan ada  makan malam sessi kedua. Dan itu ternyata berlaku juga untuk suami dan anak-anak.  Makan harus se-hikmat itu sodara-sodara, biar afdol😊

5.       Dan yang paling harus dipahami sekali adalah ketika sudah berkeluarga maka ada prioritas yang harus diutamakan. Jangan sampai Karena undangan bukber bersama yang tiada habis-habisnya, suami dan anaknya kita terlantar di rumah. Saya rasa tidak perlu lah sampai bukber bersama di semua alumni tingkat sekolah, dari TK sampai kuliah. padahal mah teman-temannya juga itu-itu saja. Dan lagi anggaran untuk bukber bersama kan kalau dihitung-hitung lumayan juga tuh, mending uangnya buat beli baju lebaran anak, ya ngga sih?



Kira-kira ada lagi yang bisa nambahin ngga tuh dari 5 poin diatas ? Pada akhirnya kita harus menyadari kalau ‘panggung’ sudah bukan milik kita lagi. Jelas ada beberapa hal-hal yang tidak memungkinkan kita untuk se-eksis dulu lagi. Selektif memilih undangan bukber bersama sebijaksana mungkin sangatlah dianjurkan. Ada suami dan anak-anak yang menanti kita di rumah. Lebih baik bukber bersama mereka saja, Karena barang siapa yang menyediakan makanan untuk berbuka suami dengan penuh keikhlasan, niscaya akan terbuka pintu mall dari arah mana saja (diriwayatkan oleh ibu-ibu dan dikutip dari pesan yang bersebaran di group sebelah), setuju?

credit picture : https://www.shutterstock.com/image-vector/hand-drawn-ramadan-iftar-illustration-blue-637179856?irgwc=1&utm_medium=Affiliate&utm_campaign=Graphic%20resources%20SL&utm_source=39422


Share:

2 comments:

  1. Aku jarang bukber. Tapi seneng sih ketika kemarin ikut bukber karena bisa ketemu teman-teman. Karena silaturahim itu penting.

    ReplyDelete
  2. Aku sudah menolak bbrp undangan bukber hehe, waktunya kurang pas.
    Iya mbak penting bgt ada tempat sholat saat bukber.
    Pernah bbrp kali bukber malah yg ada pesertanya gak shoat, hiks

    ReplyDelete