Jangan mau menjadi Super Mom


Sumber gambar www.freepik.com
Ketika telah menjadi seorang ibu ada satu hal yang sebenarnya tidak ingin saya lakukan, yaitu menjadi super mom. Kalau sekarang saya terlihat seperti melakukan semuanya sendiri, sebenarnya tidak. Ada bantuan-bantuan ‘tak tampak’ yang meringankan pekerjaan saya. Nanti akan saya sebutkan di bagian terakhir. Tapi sebelumnya saya ingin membahas yang ini dulu.

Saya akui pernah pada masanya saya seperti terobsesi ingin bisa melakukan semuanya sendiri. Rumah harus bersih, makanan harus lengkap, cucian harus wangi dan licin. Masa-masa itu terjadi diawal-awal pernikahan saya saat hamil Indira, anak pertama saya. Dan sampai Indira lahir pun saya masih juga terobsesi pengen mengerjakan semuanya sendiri.

Puncaknya itu ketika Indira masuk usia 6 bulan dan dia butuh makan. Mengurus Mpasi bayi itu kan punya tantangan tersendiri ya, akhirnya saya kewalahan, bingung sendiri mau mengurus yang mana dulu, ujung-ujungnya saya lambaikan bendera putih dan mulai mencari asisten rumah tangga.

Singkat cerita, setelah ada ART saya merasa hidup saya penuh warna. Tidak hanya mendapatkan bantuan untuk urusan rumah, tapi saya juga jadi punya teman ngobrol di rumah. Dan tidak lama kemudian, saya hamil anak kedua, Danesh. Eeeh setelah itu gantian si mba yang ikutan hamil. Mungkin kata orang tentang hamil itu menular benar lah adanya.

Sayangnya rejeki saya mendapat ART harus berhenti sampai disitu. Karena si mba hamil, kemudian si mba nya memutuskan untuk pulang kampung dan melahirkan disana. Dia juga lebih memilih hidup dan membesarkan anaknya disana daripada balik ke Jakarta (waktu itu saya masih tinggal di Jakarta).

Setelah itu saya patah hati buibu. Entah kenapa saya tidak tertarik untuk mencari ART lagi, Karena tidak akan ada yang bisa gantikan si mba dihati saya. Hiks

Berbeda dengan dulu awal menikah, kali ini justru saya lebih santai meski tidak ada ART. Rumah kotor? Ya wiss lah. Tidak sempat masak? Cari matengan di warteg aja. Ajaibnya hidup saya pun baik-baik saja meski tidak ada asisten yang membantu.

Tanpa saya sadari keadaan itu terus berlanjut sampai sekarang saya sudah punya anak tiga dan sudah hijrah ke Pekanbaru juga. Entah kenapa saya jadi sangat menikmati ‘kesendirian’ saya ini dan jadi malas membuka diri buat yang baru (ini lagi ngomongin ART lho ya. jangan Baper. Ingat ART alias Asisten Rumah Tangga).

Nah seperti saya sebut diatas, meski saya terlihat ‘super mom’, tapi sebenarnya tidak kok. Ada tangan-tangan tak tampak yang sebenarnya terlibat dalam urusan domestik rumah tangga saya.

Untuk tim konsumsi, saya punya katering harian yang siap menghantarkan lauk & sayur setiap hari ke rumah saya. Butuh cemilan? Tenang, ada babang go food yang akan beraksi. Cucian numpuk? Serahkan kepada Ahlinya, yaitu tim laundry kiloan.

Dan ada satu lagi tim yang tidak kalah pentingnya untuk kewarasan hati, jiwa dan pikiran saya sebagai mamak beranak tiga. Meski tim ini tidak bisa dimasukkan ke dalam tim inti, tapi sebenarnya kehadirannya cukup sangat menunjang kelancaran roda pemerintahan rumah tangga kami. Karena pepatah yang mengatakan, mamak senang, anak senang, bapak pun tenang (pepatah apa itu coba?) tidak lah terbantahkan lagi.

Dan ini lah yang disebut dengan tim estetika alias salon kecantikan. Ibarat mobil ada masa nya kadang saya harus di ‘tune up’ agar lebih nyaman untuk dinaiki (eh, gimana? Kok istilahnya kayak ada yang mengganjal ya?;p). Dan untuk urusan kecantikan saya percayakan kepada Latifa beauty clinic.


Kenapa? Karena di Latifa ini bukan hanya ada terapisnya tapi juga ada dokter kecantikannya. Sebelum melakukan perawatan, kita bisa berkonsultasi dulu dengan dokternya agar dokternya bisa memutuskan perawatan yang tepat dengan kondisi kulit kita.

Tidak hanya itu, untuk tempat perawatannya juga rapi dan hygenis sekali. Di bawah tempat tidur perawatan wajah terletak satu kotak kuning tempat pembuangan suntik yang sudah tidak dipakai. Jadi suntik-suntik bekas pakai tersebut tidak boleh dibuang sembarangan.

Kalau ke Latifa saya sukanya di facial PDT. Facial PDT ini macam-macam variannya tergantung kondisi kulit masing-masing. Untuk saya sih seringnya dipakai yang whitening. Bukan bermaksud memutihkan sih tapi hanya mencerahkan saja Karena kulit saya memang cenderung kusam.

Tahap-tahap untuk facial ini adalah pertama membersihkan wajah dengan milk cleanser, lalu dilanjutkan dengan facial wash dan toner. Setelah itu muka saya di uap yang kata terapisnya ini disebut sebagai vapo zone. Seingat saya dulu terakhir saya sering di facial, alat uap itu besar sekali dan ditaruh sekitar 2 cm di atas wajah saya. Entah hanya perasaan saya saja tapi  jadi merasa kayak susah nafas gitu dan akhirnya lebih memilih minta dipakaikan handuk basah ditempel di daerah T di wajah saya. Dan kemudian saya menyadari, terakhir saya di facial itu kan beberapa puluh tahun sebelum masehi, saat tingkat ke-kerenan seseorang diukur dengan bisa mengetik sms dengan satu jempol tanpa melihat layar, jadi jelas lah saat ini era nya sudah berubah. Kalau sekarang alatnya mah sudah canggih-canggih.




Dan setelah itu yang dilakukan adalah ekstraksi komedo alias mencabut komedo. Nah ini, ini yang tidak berubah, rasa sakitnya masih sama seperti yang saya rasakan dulu. Periiih jendral. Tapi abis itu sih hidung jadi licin banget kayak perosotan di taman bermain anak ;p.

Setelah komedo bersih, terapis mengoleskan semacam alkhol ke daerah T wajah saya agar tidak iritasi katanya. Saya lupa kegiatan ini istilah ini namanya apa, di catatan saya sih ditulisnya HF, tapi entah saya yang lupa tulis atau terapisnya yang lupa jelaskan HF itu kepanjangannya dari apa ya. lalu setelah dioles alcohol, proses selanjutnya itu ada semacam alat berbentuk stik yang sedikit ada rasa sengatan listrik di wajah saya.




Dan kemudian masker PDT pun dimulai. PDT adalah singkatan dari Photo Dynamic Therapy yang mempunyai banyak manfaat, salah satunya mampu meperlancar peredaran darah. Jadi ini semacam topeng dengan sinar biru yang diletakkan ke wajah kita dan dibiarkan beberapa saat. Saya tidak tahu bagaimana proses si topeng ini bekerja tapi setelah pakai ini memang terasa sih kulit jadi lebih kenyal dan lembut.

Tapi jangan salah, ini bukan langkah terakhir lho. Habis ini ditambah lagi dengan masker whiteningnya. Masker ini berbentuk peel-off, jadi setelah beberapa lama maskernya mengering sendiri dan dikelupas oleh terapisnya. Lalu kemudian wajah saya di lap pakai kapas basah agar sisa-sisa maskernya terangkat sempurna. Dan setelah itu diberikan kul-cool oleh terapisnya yang katanya  ini bisa untuk menutup pori-pori saya kembali.  Langkah terakhir saya di oleskan pelembab sunblock. Selesai..


The power of salon itu emang terasa banget ya efeknya. Pulang-pulang langsung berasa cantik, segar terus mau ngapa-ngapain juga jadi bersemangat lagi. Apalagi kalau klinik kecantikannya super memuaskan seperti di Latifa ini. Recommended lah pokoknya.

Di latifa tidak hanya ada facial saja, tapi juga ada creambath, medi pedi dan yang paling jadi produk andalannya adalah MESO BB GLOW alias sulam bedak. Pernah kepikiran ga sih kenapa artis korea bisa kinclong banget? Nah salah satu rahasianya ya ini. Mereka sulam bedak. Penjelasannya sederhananya adalah sulam bedak ini memasukkan ‘bedak’ ke wajah kita sehingga wajah kita terlihat seperti memakai bedak terus. Obatnya di impor langsung dari Korea lho. Dan ini tahan sampai 6 bulan.

Jadi buat kamu-kamu yang suka selfie di pagi hari dengan caption ‘ I wake up like this’, cocok nih di sulam bedak dulu biar tidak usah bedakan lagi sebelum difoto atau pakai aplikasi beauty cam. Karena cantik itu datangnya dari dalam. Atau paling tidak sulam bedak cukup mendekati lah😉

Penasaran? Cuus silahkan cari info selengkapnya ke LATIFA BEAUTY CLINIC di Jalan. Tuanku Tambusai No. 59 Pekanbaru atau boleh tanya-tanya di Line mereka @latifabeauty atau follow juga Instagramnya di @latifabeauty ya. Selamat mencoba. Selamat jadi cantik.
Share:

5 comments:

  1. Baru nyadar kalo udah jadi mamak2 itu ngejaga kebahagiaan hati juga penting yaa kak 😆 masih newbie jadi harus banyak2 belajar wkkwkwkw

    ReplyDelete
  2. Saya paling Susah disuruh perawatan wajah hihi..anak masih Susah ditinggal..mungkin kalau udah besar baru bisa ditinggal sebentar yaa Mbak Ferns.

    ReplyDelete
  3. Aih jauh ya di Pekanbaru. Kalau ada di Jakarta, boleh nih aku coba. Tapi me time banget nih ya mba :)

    ReplyDelete
  4. Wah, me time nya bikin raga plus hati jd bertenaga ya mba. Asik. Tapi baru ada di Pekanbaru ya.. Semoga merambah d kota lain spt Jakarta y :)

    ReplyDelete
  5. Memang benar kak, pulang facial hati bahagia wkwk

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete