Operasi pengangkatan adenoid pada Shanaz




Beberapa waktu yang lalu Shanaz baru saja melakukan Adenoidectomy. Bahasa sederhananya adalah pengangkatan Adenoid. Apa itu Adenoid?. Adenoid adalah amandel yang ada di hidung. Beberapa orang bertanya apakah itu sama dengan polip atau sinus? Maaf saya tidak bisa menjawabnya Karena saya tidak tahu bagaimana polip atau sinus itu sendiri.
Saya bukan lah dokter, saya hanya seorang ibu yang rasa ingin tahu ‘what exactly happen to my kid? itu besar sekali. Makanya apapun diagnosa dokter selalu saya serap dan saya dengar baik-baik. Jadi untuk pertanyaan di luar kondisi Shanaz, sekali lagi maaf saya tidak bisa menjawab, ada baiknya langsung konsultasi ke dokter THT saja.
untuk mengetahui lebih detail tentang adenoid ini silahkan cari di mesin pencari atau lagi-lagi saya sarankan konsultasi langsung ke dokter terkait.

Sekarang saya coba cerita mundur ke belakang ya. Mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik.

Berawal dari setelah 6 bulan Shanaz memakai alat bantu dengarnya, saya berniat untuk melakukan evaluasi. Selain evaluasi dengan terapis terhadap perkembangan bahasanya, juga evaluasi ke dokter THT nya terkait kondisi pendengaran Shanaz.
Dulu Saat pertama kali melakukan rangkaian tes bera (tympanometry, OAE, ASSR dan Bera) itu dilakukan di salah satu RS swasta di Pekanbaru. Lalu Karena kebetulan saat itu saya sedang ada di Jakarta, saya pikir tidak ada salahnya untuk tes yang keduanya dilakukan di RSCM saja. Dari segi kualitas SDM, jelas disini dokternya lebih baik dan bukan hanya sekedar THT tapi juga sudah sub spesialis gangguan pendengaran pada anak.

Singkat cerita, ketika saya membawa hasil yang ada dari Pekanbaru, dokternya mengatakan “bu, ini ada cairan di telinga tengahnya”. Dokter melihat dari hasil tympanometrinya yang jelek. Lalu dokternya menambahkan lagi, “ oke, kita coba lakukan tes ulang ya semuanya. Mungkin bisa jadi saat dilakukan tes dulu, anak ibu sedang pilek. Semoga yang sekarang hasilnya lebih baik ya”. Dan kemudian Shanaz pun membuat janji untuk melakukan rangkaian tes Bera yang kedua.

Hasilnya sangat mengejutkan. ASSR Shanaz berubah drastis. Dari yang awalnya kanan 85 db dan kiri >110 db kemudian menjadi kanan 85 db dan kiri 80 db. Yang tadinya status Shanaz Profound Hearing Loss kemudian berubah menjadi Severe Hearing Loss. Meskipun saat saya membawa hasilnya ke audiologist katanya ada ketidaksinambungan antara hasil Bera dengan hasil ASSR. Dan saat saya perhatikan lagi, iya sih, hasil Bera pertama dan kedua tidak terlalu jauh berbeda, tapi kenapa hasil ASSR nya berubah drastis ya?

Oiya, untuk cairan yang dilihat dari tympanogram sebelumnya menurut dokternya ternyata masih ada. Waktu itu yang sangat terlihat jelek  di sebelah kiri. Berikut saya masukkan tympanogramnya ya.




Menurut Dokternya, hasil yang seharusnya adalah tidak boleh ada minus di tekanannya. Kondisi sebelah kanan lebih baik (ada minus tapi tidak signifikan), tapi yang sebelah kiri dikatakan banyak cairan di dalamnya. Harusnya posisi sebelah kiri tonjolan grafiknya tidak boleh dibawah titik 0 (garis vertikal)

Saat itu dokter memutuskan untuk melakukan observasi terlebih dahulu. Shanaz diberikan obat minum dan juga nasal spray selama 2 minggu lalu kemudian kembali ke kontrol ke dokter THT nya dan kembali melakukan tympanometry untuk melihat apakah cairannya berkurang atau tidak. Dan ini tympanogram setelah 2minggu minum obat dan nasal spray



Untuk yang kanan, hasilnya terlihat lebih baik, tapi yang kiri sama saja. Tekanannya masih terlihat jelas. Saat itu dokter THT nya masih ingin melakuakan tindakan non invasif dan tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan untuk di operasi. Shanaz diberikan obat lagi dan juga nasal spray. Kata dokter jika hasilnya tetap tidak ada perubahan, baru kemudian dilihat kemungkinan lainnya.

Setelah sebulan shanaz mengkonsumsi obat pilek dan nasal spray dan berkali-kali dilakukan tes typanometri namun hasilnya tetap sama, tekanan cairannya masih minus. Dokter menduga adenoid Shanaz membesar sebagai biang kerok menyebab cairan di telinga tengahnya ada terus. Akhirnya dokter meminta untuk di rontgen hidung shanaz. Dan dugaannya pun terbukti benar

Lalu dokter menyarankan untuk sebaiknya dilakukan tindakan operasi Adenoidectomy saja. Kemudian pertanyaan yang muncul di benak saya adalah bagaimana proses tindakan tersebut? Apakah ada pembedahan? Dimana? Telinga kah atau di hidung? Call me mamak kepo, tapi kalau untuk urusan medis anak, keinginan tahu saya emang sangat besar. Makanya suka sebel kalau ketemu dokter yang tidak komunikatif dan pelit penjelasan.

Dokter THT nya menjelaskan meski namanya operasi tapi tidak akan dilakukan pembedahan. Prosesnya adalah setelah shanaz di bius total, adenoid di dalam hidung Shanaz akan diambil melalui alat khusus yang saya tidak tahu namanya apa (sebagai orang awam saya sih melihatnya itu mirip dengan pinset). Lalu setelah itu dengan alat yang sama, dokter akan memasangkan pipa ke dalam kedua telinganya atau disebut juga  agar cairannya tersebut tidak mengalir ke telinga tengahnya. Jangan membayangkan seperti pipa paralon atau pipa air ya. Pipa yang dimasukkan sangat kecil. Dan masih menurut dokternya setelah itu tidak perlu ada pengangkatan pipa kembali karena nanti akan berubah jadi kotoran kuping biasa saja.
Disaat persamaan setelah cairannya hilang dan karena shanaz masih dalam keadaan tertidur akan dilakukan tes Bera dan ASSR kembali, karena 2 hasil sebelumnya dianggap kurang valid karena ada si cairan tersebut.

Kenapa harus diangkat?

Jawabannya sederhana saja, Karena menganggu. Sama seperti amandel, tidak semua adenoid harus diangkat. Tapi untuk kasus Shanaz adenoid ini membuat cairan menumpuk di telinga tengah Shanaz dan itu menghalangi suara yang masuk. Sudahlah rumah siputnya tidak berfungsi, eeh jalan masuk suaranya juga terhalang, jadi wajar kalau perkembangannya tidak maksimal.

Dan memang terbukti sih setelah operasi adenoid, shanaz terlihat perubahan yang cukup bagus. Terutama dari deteksi ling nya yang semakin stabil, beberapa sudah bisa identifikasi dan imitasi dan bahkan sudah ada kata-kata spontan mengulang setiap kali saya sedang berbicara sesuatu.

Untuk hasil ASSR nya juga berubah menjadi kanan 70 db dan kiri >110 db, meskipun hasil bera nya kurang lebih. Dan ini juga masih menjadi tanda tanya besar apa penyebabnya.
Dokter mencurigai bisa jadi Shanaz mempunyai gangguan saraf lainnya seperti Audioneuropaty mengingat ASSR nya yang berubah-ubah terus. Tapi faktor si cairan tadi bisa juga sih penyebab ASSR nya yang tidak stabil.
Kecurigaan lainnya dokter menduga jangan-jangan Shanaz juga memiliki kelainana saraf sebelah melihat adanya ketimpangan hasil ASSR yang kanan dan kiri. Untuk mengetahuinya dokternya menyarankan melakukan CT scan dan MMR agar bisa melihat anatomi rumah siputnya. Tapi tidak usah terburu-buru katanya. Karena tidak ada hal mendesak yang harus dilakukan segera. Tunggu 2-3 bulan lagi, karena shanaz baru saja dioperasi dan dibius, kasian nanti saat prosedur harus dibius lagi.

Menurut dokter yang menangani Shanaz ambang dengar shanaz sekarang ini yang 70 db masuk kedalam moderate hearing loss. Dengan menggunakan alat bantu dengarnya sebenarnya itu sudah sangat bisa menjangkau sampai 35 db dan itu masuk ke dalam spektrum percakapan.  Masalah Shanaz nanti adalah  pada lokalisir suara. Karena sebelah kirinya yang tidak terdeteksi sama sekali dan alat bantu dengarnya tidak mengjangkau gangguannya. Dan bahkan menurut dokternya jika terbukti nanti ada kelainan saraf sebelah, maka yang sebelah kirinya dilakukan implan koklea pun tidak bisa.

Jadi selain terapi, tugas saya selanjutnya adalah memaksimalkan habilitasi di rumah karena meski hanya telinga sebelah kanan tetapi tiket Shanaz untuk menyelamatkan verbalnya sudah ditangan. bismillah..



keterangan tambahan :
Hasil BERA pertama, kedua dan ketiga. dilakukan di tiga RS yang berbeda dengan jarak masing-masing 6 bulan dan 1 bulan. hasilnya kurang lebih mirip





Hasil ASSR pertama, kedua dan ketiga dilakukan bersamaan dengan Bera diatas, hasilnya berbeda-beda



Dan ini si adenoid yang diangkat dari hidung Shanaz



Share:

2 comments:

  1. semangat mbak, semoga Shanaz selalu kuat dan makin baik kondisinya.

    ReplyDelete
  2. semoga Shanaz lekas sembuh dan semakin menunjukkan progress yang bagus ya mbak. Aamiin....

    ReplyDelete