5 Kiat Bagaimana Merawat Alat Implan Rumah Siput



Sabtu kemarin saya baru saja mengikuti seminar yang membahas tentang perawatan alat rumah siput implan koklea. Kebetulan yang mengadakannya adalah merk rumah siput yang sama yang dipakai oleh Shanaz dan bekerja sama dengan tempat shanaz terapi AVT juga.

Ada banyak sekali ilmu yang saya dapat disana. Ternyata selama ini saya termasuk salah dalam menangani alatnya shanaz. 

Ini adalah isu yang cukup krusial untuk diketahui. Terlepas dari harga spare-part nya yang mahal bila harus diganti, yang lebih disayangkan adalah waktu yang terbuang percuma saat alat rusak dan si anak terpaksa tidak bisa mendengar. Oleh karena itu jelas pencegahan jauh lebih baik daripada sudah telanjur rusak, ya kan?

Nah karena kebetulan alat yang dipakai shanaz adalah merk Med-el dengan tipe prosesornya Sonnet, maka dalam tulisan ini saya akan menulis cara merawat tipe tersebut. Tapi tentu saja secara prinsip apa pun merk dan  tipe alatnya cara menangani dan merawatnya kurang lebih sama, hanya beberapa karakter fisik tertentu saja yang membedakannya.

Yang pertama sekali harus digaris bawahi adalah alat implan koklea yang dipakai anak-anak kita ini proses kerjanya menggunakan listrik. Jadi jika tidak ditangani dengan baik, maka hal yang terburuk yang mungkin terjadi (walau sangat jarang, hanya dikasus-kasus tertentu saja) yaitu munculnya arus pendek.

Dan jangan lupa alat tersebut letaknya di kepala anaknya kita yang terhubung dengan magnet yang sudah ditanam didalam kepalanya. Jadi memang sudah saatnya kita memberikan porsi perhatian lebih untuk ini.

Berikut saya coba merangkum beberapa tips yang sudah diberikan saat acara tersebut. Semoga tulisan ini bisa membantu untuk teman-teman lain juga yang anaknya menggunakan alat implan koklea.

1.  Pastikan socket baterai dan berbagai lempengan kuning yang berada di prosesor maupun yang menyambung ke koil dalam keadaan bersih. Karena apabila kotor, itu akan berpengaruh terhadap daya tahan baterai tersebut. Semakin kotor semakin cepat daya tahan baterainya habis. Kondisi terparah akan tumbuh jamur dan membuat komponen-komponen di dalamnya patah.

Selain membuat daya tahan baterai berkurang, jika aliran listrik tidak bisa mengalir dengan baik maka akan menyebabkan kualitas suara yang didengar si anak menjadi lemah. Tentu akan sangat disayangkan disaat si anak memakai alatnya sepanjang hari, tapi ternyata dia tidak mendengar sempurna.




Nah pertanyaaan berikutnya adalah bagaimana cara menjaga agar socket dan lempengan kuningan tetap bersih dan terhindar dari jamur? yaitu dengan membersihkannya menggunakan sikat khusus atau pun cotton bud sebelum dimasukkan ke dalam pengering di malam hari.

Walaupun sebenarnya ini menjadi sedikit dilema, karena jika terlalu sering dibongkar pasang bagian rumah baterai ataupun koneksi dari  prosesor menuju ke koil (yang ini khusus untuk tipe opus, karena kalau sonnet tidak ada lempengan kuningan di bagian tersebut) maka akan menyebabkan kerusakan juga terutama jika tidak diperlakukan dengan benar.

Jadi memang sebaiknya harus diperhatikan lagi bagaimana aktivitas sehari-hari si anak. Jika si anak termasuk yang mempunyai produksi keringat berlebih, membersihkannya bisa dilakukan 2 hari sekali, namun jika usia si anak relatif masih kecil dan tidak terlalu berkeringat bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. 

Karena memang musuh utama anak-anak pengguna alat bantu dengar baik itu implan koklea maupun abd  adalah keringat. Terutama untuk kita yang hidup di daerah tropis, sedangkan alat-alat ini (khusunya yang dipakai shanaz) itu diproduksi dari negara beriklim dingin.



2.   Khusus untuk pengguna Sonnet, yang tak kalah penting harus diperhatikan adalah sirkulasi udara yang ada di bagian tutup. Sonnet menggunakan baterai dengan metoda zinc air yang membuatnya harus memiliki ruang untuk keluar masuknya udara. Jika kalian melihat di tutup bagian samping ada titik-titik kecil, nah itu lah sirkulasi udaranya. Jadi pastikan itu dalam keadaan bersih dan tidak tertutup debu ya.




Oh ya sonnet juga mempunyai design yang unik dimana dia tidak memiliki tombol on off, melainkan ada semacam lempengan sensor di dalam tutup tersebut. Pada kasus tertentu, lama-kelamaan tutupnya bisa mengalami pemuaian atau menjadi lebih besar dari yang seharusnya. Dan itu bisa meyebabkan saat ditutup (karena ukurannya membesar) sehingga tidak pas menyentuh si lempengan sensor lagi dan akibatnya alat tidak nyala.

Maka disarankan juga untuk sering mengganti tutupnya secara berkala. Kan di dalam kotak starter kit banyak tuh tutup cadangan warna-warni, nah sering-sering saja diganti, selain biar ada nuansa baru dan juga menghindari pemuaian jika yang dipakai hanya itu-itu saja.



3. Bagian terpenting lain yang juga harus diperhatikan dalah microphone. Sonnet memiliki 2 microphone yaitu di dalam ear hook dan di badan bagian atas prosesor. Microphone ini mempunyai andil penting sebagai penangkap suara dari luar. Oleh karena itu sangat penting memastikan microphone tidak dalam keadaan tertutup apa pun agar suara yang ditangkap berkualitas jernih.

Yang paling sering terjadi microphone tertutup jamur akibat kondisi lembab terus menerus yang lagi-lagi biang keroknya adalah keringat. Lama kelamaan jamur akan meyebabkan korosi dan microphone mengalami disfungsi dari yang seharusnya.

Nah untuk membersihkannya butuh kehati-hatian yang luar biasa. Sebenarnya sih tidak dianjurkan juga untuk melakukannya sendiri. Akan lebih aman untuk melakukan kunjungan berkala ke kantor hearing center terdekat dan dikerjakan oleh yang lebih berkompeten di bidang ini. 

Tapi setidaknya ada pencegahan representatif yang bisa kita lakukan di rumah, yaitu dengan rajin membersihkan microphone menggunakan blower khusus terutama sebelum masuk pengering dimalam hari dengan tujuan untuk menghindari keringat yang tertinggal di dalamnya.



4.     Untuk pengguna implan koklea yang usianya masih kecil seperti Shanaz ini masalah yang cukup sering muncul adalah kabel yang keriting yang akhirnya menyebabkan kabel tersebut putus. Untungnya sih kabel sonnet terkenal cukup bandel, tapi walau begitu tetap harus jadi isu yang wajib diperhatikan juga mengingat harga kabelnya yang tidak bisa dibilang murah. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah saat memakai alat ke kepala si anak pastikan posisinya seperti ini :




Nah masalahnya untuk anak yang masih kecil  terutama yang yang cukup aktif  membuat posisi kabel tetap seperti ini agaknya sedikit mustahil ya. Tipsnya bisa diakali dengan memberikan sedikit plester micropore untuk merekatkan kabel dengan prosesor agar posisnya tetap U seperti gambar diatas.

Dalam kasus Shanaz masalah yang juga kerap terjadi adalah karena daun telinganya yang masih kecil, jadi prosesor sering jatuh sedangkan magnetnya masih menempel di kepala. Posisi menggantung seperti ini juga yang sering menyebabkan si kabel menjadi rentan putus karena beban yang terlalu berat. Jadi sebaiknya gunakan baby wear agar membantu prosesor tetap berada di daun telinga.



5.  Sama hal seperti perlakuan elektronik lainnya yang menggunakan baterai sebagai sumber energinya, maka yang sangat amat harus diperhatikan adalah jangan sampai saat melakukan pengisian baterai melewati batas seharusnya atau overcharge. Baterai sonnet harus diisi kurang lebih selama 4 jam, jadi sebaiknya usahakan jangan sampai lebih dari itu. Jika takut kelupaan dicabut, ada baiknya menggunakan colokan yang mempunyai pengingat waktu agar bisa diatur sesuai waktu yang disarankan




Begitulah kurang lebih beberapa saran yang saya tangkap saat seminar kemarin tentang merawat alat implan rumah siput.  Untuk lebih jelasnya mungkin bisa langsung menghubungi audiologis masing-masing ya.

Sangat disayangkan untuk materi sebagus itu masih kurang sekali animo yang diberikan oleh para orangtua. Padahal jangan lupa lho ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk mengejar verbal anak-anak kita, yaitu terapi yang sesuai, alat yang kompeten, dan dukungan orangtua maupun keluarga.

Dengan kata lain adalah terapis, audiologis dan orangtua adalah satu tim yang berada dalam satu kapal yang sama.



If you have kids with hearing loss, all u do is not only buy hearing aid for them, but you have pay attention more than you think.



Karena alat itu akan selamanya ada di telinga anak-anak kita. Bagaimana kita bisa berharap nantinya mereka akan memperlakukan alat tersebut dengan benar, jika sebagai orangtua kita bahkan tidak punya ilmu mumpuni untuk melakukan hal yang sama.


Share:

No comments:

Post a Comment