Mengenal Suara Ling Dan Manfaatnya Untuk Pengguna Alat Bantu Mendengar


Ling Sound (setelah ini saya akan menyebutnya Suara Ling) adalah sebuah alat uji yang ditemukan oleh Dr. Daniel Ling, O.C. Beliau adalah seorang Guru Besar yang mengajarkan anak yang memiliki gangguan pendengaran. Ling juga dikenal sebagai pionir Audio Verbal Terapi (AVT). Metode AVT dan juga Suara Ling ini sudah tersebar ke seluruh dunia dan sampai sekarang masih dianggap efektif untuk membantu habilitasi mendengar anak pengguna alat bantu mendengar. (sumber informasi : www.wikipedia.com)

Suara Ling terdiri dari enam huruf yang merupakan representatif dari frekuensi rendah, sedang dan tinggi. Uniknya, selain mewakili berbagai frekuensi, huruf-huruf tersebut juga dapat digunakan untuk seluruh bahasa di dunia. Hal ini karena pelafalan dari suara Ling terdengar sama meski di bahasa berbeda.

Huruf-huruf tersebut adalah “M” dan “U” untuk frekuensi rendah, “I” juga untuk frekuensi rendah (namun ada informasi frekuensi tinggi saat penyebutan huruf i), “A” sebagai frekuensi sedang, “Sh” sebagai frekuensi sedang menuju tinggi, dan terakhir “S” untuk frekuensi sangat tinggi.

Bagi orang tua yang memiliki anak dengan alat bantu mendengar sangat disarankan untuk selalu membiasakan menguji suara Ling tepat saat alat dinyalakan. Karena Suara Ling bisa dijadikan parameter apakah alat mendengar yang digunakan bekerja dengan baik atau tidak.

Pengujian Suara Ling dilakukan dengan posisi orang tua berada di belakang si anak. Pastikan anak tidak melihat gerak bibir orang tua ya. Orang tua boleh menutup mulutnya dengan tangan atau kertas tapi jangan sampai menghalangi suara yang dihasilkan (untuk detailnya, silakan tanyakan ke audiologis atau terapis terkait ya).

Di masa awal umur mendengar, tidak perlu melakukan tes dengan jarak terlalu jauh. Mulai dari 20 cm saja. Setelah dirasa mampu, secara bertahap silakan tambahkan jarak menjadi 1 m, 2 m dan 3 m.

Ketika anak sudah bisa mendengar dengan baik suara Ling dengan jarak 2 m, itu setara dengan kemampuan anak berbicara dengan dua orang. Sementara jika anak bisa menangkap suara ling dari jarak 3 m, maka artinya anak mampu berbicara dengan dua orang dan lebih.

Melakukan tes suara Ling tentu menjadi tantangan sendiri bagi orang tua. Acap kali anak tidak kooperatif seperti yang diharapkan. Percayalah, saya pun pernah ada di masa itu. Boro-boro bisa sampai 2 m, baru ibunya balik badan, anaknya sudah kabur.

Biasanya saya memberikan iming-iming hadiah ketika anak berhasil mendengar suara Ling. Hadiahnya bisa berupa apa saja kok. Kepingan puzzle yang diberikan satu-persatu sampai tes suara Ling selesai menghasilkan satu gambar utuh, mainan susun seperti donat-donatan, shape sorter atau apa saja lah yang kira-kira anak akan tertarik. Sesuaikan juga dengan usia anak saat itu. Jika anak sudah lebih besar dan dia mulai tidak tertarik dengan mainan ‘bayi’, bisa diberikan hadiah lainnya. Kadang saya memberikan Shanaz makanan seperti permen atau coklat (tidak perlu ditiru jika mempunyai prinsip berbeda soal ini. Boleh diganti yang lain yang dirasa nyaman saja).

Beberapa mainan yang dipakai saat tes Suara Ling Shanaz.


Suara Ling memang sebaiknya diuji secara sekaligus dan cepat. Namun jika anak tidak kondusif saat itu (misalnya dia mulai kehilangan atensi, mulai bosan, dsb) boleh saja dilakukan bertahap. Pilih saja tiga huruf yang mewakili masing-masing frekuensi. Memaksakan anak untuk melakukan tes suara ling akan membuat anak semakin tidak nyaman. Kalau sudah begitu, tentu akan semakin sulit untuk kita menjadikan ini sebuah kebiasan.

Hal ini akan sangat membantu untuk anak yang belum verbal secara utuh. Setidaknya ketika dia belum bisa mengomunikasikan apakah alatnya berfungsi dengan benar atau tidak, tes suara ling bisa dijadikan acuan. Akan ada kondisi dimana alat mendengarnya menyala namun tidak bisa menangkap frekuensi tertentu. Entah karena setingannya yang berubah, anak yang sedang pilek sehingga banyak cairan menumpuk, atau alat dalam kondisi kotor karena debu/keringat. Dan semua ini akan lebih mudah terdeteksi dari suara Ling. Tentu sebagai orang tua kita berharap alat mendengarnya tidak hanya sekedar menempel, namun juga bekerja dengan optimal, kan?

Berdasarkan target umur mendengar, tahapan suara Ling bisa dibagi menjadi tiga, yaitu : deteksi, identifikasi dan imitasi. Sederhananya, diawal anak menggunakan alat mendengar, anak diharapkan mampu menangkap suara Ling (deteksi). Biasanya ditandai dengan menoleh ke sumber suara atau bahkan berkedip juga bisa sebagai bukti dia mampu mendengar.

Lalu setelah itu, anak sebaiknya bisa membedakan masing-masing suara Ling. Boleh menggunakan kartu atau mainan sebagai media penunjang saat melakukan tes ini. Ketika orang tua menyebut huruf A dan anak mampu menunjukan kartu huruf A, maka di sini anak dianggap sudah sampai ke tahap identifikasi. Dan terakhir, tentu saja target kita anak bisa mengulang kembali setiap suara Ling yang didengar (imitasi). Tak bosan-bosan saya ulang kembali, untuk lebih jelas lagi, silakan konsultasikan lebih lanjut ke terapis atau audiologis masing-masing ya.

Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah sampai kapan harus melakukan tes suara Ling?. Jawabnya tentu saja seumur hidup. Selama anak masih menggunakan alat mendengarnya, selama itulah tes suara Ling masih harus terus dilakukan. 

Hanya saja, jika anak sudah semakin besar dan sudah mampu berkomunikasi verbal dengan baik, tes suara Ling tidak perlu dilakukan dengan jarak sampai 2 atau bahkan 3 m lagi. Cukup dijadikan sebagai prosedur saat alat dinyalakan untuk memastikan alat bekerja dengan baik. Bahkan jika anak semakin besar, diharapkan mampu melakukan tes suara ling sendiri dan mampu menyadari jika ada yang salah (dikenal dengan kemampuan Auditory feedback Loop).

 Shanaz sendiri saat ini masih melakukan tes suara Ling dengan jarak 2-3 m. Namun memang untuk jarak sejauh ini tidak lagi dilakukan setiap hari. Biasanya hanya sebelum sesi terapi dimulai sebagai rekam jejak saja. Selebihnya, tes suara Ling akan dilakukan secara cepat dan tidak terlalu jauh lagi (namun tetap dengan suara sedikit pelan untuk memastikan Shanaz benar-benar mendengar dari alatnya, bukan dari sisa pendengarannya). Untuk hal ini, sesuaikan dengan kondisi dan perkembangan anak terkini ya. Beberapa anak ada yang masih butuh melakukan tes suara Ling secara intensif.

 

Berikut yang harus diperhatikan ketika melakukan tes suara Ling pada anak :

1. Pastikan lingkungan tidak berisik.

2. Sangat disarankan dilakukan di pagi hari saat mood anak dalam keadaan baik.

3. Mulai dari jarak terendah dulu baru kemudian secara progresif ke jarak semakin jauh.

4. Tutupi mulut penguji dengan tangan atau benda yang tidak keras agar anak tidak membaca gerak bibir. Namun pastikan juga jangan sampai posisi menutupnya malah menghalangi suara yang keluar ya.

5. Siapkan media penunjang seperti mainan ataupun kartu bergambar untuk membuat tes suara Ling menjadi menarik dan menyenangkan bagi anak.

6. Sebutkan huruf Ling secara acak. Jika tidak, dikhawatirkan anak malah membaca pola, bukan benar-benar mendengar.

7. Selalu catat setiap hasil tes suara Ling (terutama untuk yang baru menggunakan alat mendengar). Catatan ini nantinya bisa jadi bahan diskusi ke terapis dan audiologis sebagai  referensi langkah apa yang harus diambil selanjutnya.

 

Terima kasih sudah membaca. Semoga ada hal baik yang bisa dipetik ya. Jangan ragu untuk mengoreksi jika ada informasi yang keliru:)


Share:

No comments:

Post a Comment